Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Sunday, January 6, 2013

Tafsir Surat Al Kafirun, Al Nashr, Al Lahab


Surat Al-Kafirun
Surat Makkiyah, terdiri dari enam ayat. Surat ini memutus keinginan orang-orang kafir dan menjelaskan perbedaan antara ibadah mereka dan ibadah Nabi saw. yang lebih luas.

1.  Katakanlah: "Hai orang-orang kafir,
2.  Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
3.  Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah.
4.  Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah,
5.  Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah.
6.  Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku."
Diriwayatkan, setelah berputus asa menghadapi Nabi, para pemimpin Quraisy mendatangi beliau. Mereka melihat adanya kebaikan dalam dakwah beliau namun mereka enggan mengikutinya karena kecintaan mereka bertaqlid buta. Mereka berkata, "Marilah, kami menyembah tuhanmu untuk suatu masa dan kamu menyembah tuhan kami. Dengan demikian ada perdamaian di antara kita dan permusuhan lenyap. Jika pada ibadah kami ada kebenaran anda bisa mengambil sebagian dan jika pada ibadahmu ada kebenaran kami mengambilnya. Maka surat ini turun untuk membantah mereka dan memupus harapan mereka.

Syarah:
Ya Muhammad, katakan kepada orang-orang kafir yang tidak ada kebaikannya sedikit pun pada mereka dan tidak ada harapan untuk beriman. Katakan kepada mereka, aku tidak menyembah apa yang kalian sembah. Sebab kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian jadikan sebagai perantara kepada Allah yang Esa lagi Maha Perkasa. Kalian menyembah tuhan-tuhan yang kalian kira terwujud dalam bentuk patung atau berhala. Sedangkan aku menyembah Tuhan yang Esa, Satu, Tunggal, Tempat bergantung yang tidak perlu istri dan anak, tiada yang menyamai dan tiada pesaing. Tidak terwujud dalam fisik atau pribadi seseorang. Tidak membutuhkan perantara dan tidak ada yang mendekati-Nya melalui makhluk. Sarana yang mendekatkan seseorang kepada-Nya hanyalah ibadah. Jadi, antara apa yang aku sembah dan kalian sembah sangat berbeda. Maka aku tidak menyembah apa yang kalian sembah dan kalian tidak menyembah apa yang aku sembah.

Hai orang-orang kafir yang mantap dengan kakafiran. Aku tidak menggunakan cara ibadah kalian dan kalian tidak menggunakan cara ibadahku. Ayat 2 dan 3 menunjukkan perbedaan antar kedua tuhan yang disembah. Nabi menyembah Allah sedangkan mereka menyemmbah patung dan berhala berikut perantara lainnya. Sementara ayat 4 dan 5 menunjukkan perbedaan ungkapan. Ibadah Nabi itu murni dan tidak terkontaminasi oleh kesyirikan serta jauh dari ketidak-tahuan tentang tuhan yang disembah itu. Ibadah kalian penuh dengan kesyirikan juga tawasuul tanpa usaha. Bagaimana mungkin kedua jenis ibadah ini bisa bertemu. Sebagian ulama berkata, menbantah pengulangan pada surat ini. Pengertiannya, aku tidak menyembah apa yang kalian di masa lalu demikian pula kalian, tidak menyembah apa yang aku sembah. Jelas dan akhirnya sama.

Bagi kalian agama kalian termasuk dosanya kalian tanggung sendiri dan bagi kami agama kami, aku bertanggung jawab terhadap memikul bebannya. Kedua ungkapan untuk menguatkan ungkapan sebelumnya.

Surat Al Surat An-Nashr
Madaniyah, terdiri dari tiga ayat, sebagai berita gembira bagi Nabi dan sahabat yang berupa turunnya pertolongan Allah bagi agama mereka. Dibukanya hati manusia untuk menerima agama ini lalu diperintahkannya mereka untuk bertasbih dan mensucikan Allah. Sebab itu semua adalah faktor keberhasilan.

1.  Apabila Telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
2.  Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong,
3.  Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia adalah Maha Penerima taubat.

 Makna Mufradat:
Arti
Mufradat
  1. Pertolongan-Nya.
  2. Artinya penakhlukkan sebuah negeri atau keputusan untuk sebuah persengketaan antara kalian dan musuh Islam.
  3. Jamak dari fauj, artinya berkelompok-kelompok.
  4. Tasbih berarti pensucian dan hamdun berarti pujian untuk Allah yang memang layak mendapat pujian itu.
  1. نصر الله
  2. والفتح

  1. أفواجاً
  2. فسبح بحمد ربك


Syarah:
Nabi sangat berambisi agar semua manusia beriman, terutama Quraisy dan bangsa Arab. Sebagai manasia, Nabi juga tidak mengetahui yang gaib. Oleh karena itu terkadang ia terguncang dan gusar kalau ada yang menimpa dakwah. Maka surat ini menjadi berita gembira untuk beliau dan mengingatkan beliau, sebaiknya engkau tidak bersikap demikian. Ini konteksnya, kebaikan orang-orang baik adalah kejahatan orang-orang dekat. Boleh jadi sesuatu menjadi kebaikan bagimu namun bagi orang lain dosa kecil yang tidak perlu minta ampun.

Jika pertolongan Allah datang dan memang harus datang. Lalu datang pula kunci untuk negeri yang tadinya tertutup dan hati yang yang terkatup. Anda melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong dan berkelompok-kelompok. Untuk menyambut kemenangan ini, wajib bersyukur dan memuji Allah karena Dia yang layak mendapat pujian. Jika itu semua terjadi, kamu juga wajib bertasbih mensucikan Tuhanmu seperti yang seharusnya. Bertasbihlah untuk-Nya dengan memuji-Nya atas perbuatan indah-Nya, menyebut sifat-sifat-Nya yang laik dan nama-nama-Nya yang bagus. Juga beristighfarlah untuk dosamu dan mintalah ampunan atas apa yang pernah kamu lakukan dan tidak layak bagimu selaku penutup para dan rasul. Beristighfarlah kepada Allah karena Dia Maha menerima taubat hamba-Nya serta memaafkan kesalahannya. Dia Maha Mengetahui apa yang engkau lakukan. Yang menjadi objek bicara surat ini adalah Nabi dan siapa saja pantas.
Diriwayatkan bahwa surat ini merupakan belasungkawa untuk Nabi, karena Muhammad saw telah menunaikan risalahnya secara sempurna. Jika telah menunaikan tugas, beliau akan segera bertemu dengan Pertemanan Tertinggi, Allah Azza wa Jalla. Sebagian sahabat memahami esensi surat ini lalu menangisi Rasulullah.
---oo0oo---

-Masad
Surat Makkiyah, 5 ayat, berisi cacian untuk Abu Lahab dan istrinya, si pembawa kayu bakar.

1.  Binasalah kedua tangan abu Lahab dan Sesungguhnya dia akan binasa.
2.  Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.
3.  Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
4.  Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar.
5.  Yang di lehernya ada tali dari sabut.
Makna Al-Mufradat:
Arti
Mufradat
  1. At-Tabab artinya hancur dan merugi. Maksud ayat ini adalah Abu Lahab merugi dan binasa.
  2. Ia akan mendapati panasanya dan akan merasakannya.
  3. Apakah kayu bakar yang dimaksudkan di sini? Memang Arwa binti Harb bin Umayyah, saudar perempuan Abu Sufyan dan istri Abu Lahab itu memang benar-benar membawa kayu bakar. Atau apakah yang dimaksudkan karena dia seorang wanita yang berbuat onar dan kerusakan. Ungkapan pada ayat ini merupakan kiasan untuk perbuatannya ini.
  4. Tali untuk mengikat.
  1. تبت يدا أبي لهب
  2. سيصلى
  3. حمالة الحطب 


  1. مسد

Syarah:
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi saw. diperintahkan untuk berdakwah secara terang-terangan kepada manusia, terutama kerabat dekat dan keluarga beliau. Beliau berdiri di atas bukit seraya memanggil, "Wahai sahabat!" Orang-orang Quraisy pun berkumpul. Beliau melanjutkan, "Bagaimana menurut kalian jika aku bercerita kepada kalian bahwa musuh akan menyerang kalian pagi atau sore hari? Apakah kalian percaya kepadaku?" Mereka menjawab, "Kami percaya." Beliau berkata, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan tentang siksaan yang pedih." Abu Lahab berkata, "Celakahlah kamu, apakah hanya untuk ini kamu mengumpulkan kami!" Allah segera menurunkan surat ini.

Abu Lahab celaka dan mengelami kerugian yang besar. Ini doa buruk baginya. Terbukti ia telah celaka dan merugi. Buktinya firman Allah,

Tidak ada gunanya harta benda Abu Lahab. Usaha dan perkerjaannya juga tidak menolongnya. Semua itu tidak ada gunanya tidak dapat menggagalkan doa Nabi saw. Padahal Abu Lahab itu paman beliau sendiri. Namanya Abdul Uzza. Dia merupakan musuh yang paling keras. Ia sering berjalan di belakang Nabi. Setiap kali beliau mengatakan sesuatu dia mendustakannya. Oleh karena itu Allah menyebutkan balasan atas perbuatannya itu. Ia akan memasuki neraka yang panasnya dan dahsyatnya tidak ada yang tahu selain Penciptanya. Neraka yang menjilat-jilat. Ia dan istrinya, si Pembawa kayu bakar akan merasakan api itu.

Diriwayatkan pula bahwa wanita itu biasa meletakkan duri di jalan yang akan dilalui Rasulullah saw. setelah dikumpulkannya untuk menghalangi dakwah beliau. Ada pula yang mengatakan wanita itu berupaya mengobarkan permusuhan antara Nabi dan orang-orang. Ia membawa kayu bakar fitnah dan menyalakan permusuhan di antara mereka. Allah manambah gambaran buruk wanita ini dengan ungkapan,

"Yang di lehernya ada tali dari sabut."
Ia pernah mempunyai kalung dan bersumpah untuk dibelanjakan dalam rangka melawan Rasulullah. Oleh karena itu Allah menggantinya dengan tali di lehernya yang kuat melilit  di lehernya. Kala itu ia berada di neraka Jahannam. Ada yang mengatakan, ini bentuk penghinaan kepadanya digambarkan sebagai tukang kayu bakar untuk meredahkannya karena kesombongannya dan suaminya.
---oo0oo---

1 comment: