Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Saturday, January 19, 2013

Kisah Nabi Ishaq As


Beliau adalah putra nabi Ibrahim as., yang Allah Ta'ala karuniakan kepada ibrahim as. Dari istrinya yang bernama Sarah, setelah lahir putranya yang pertama dari istrinay yang lain, Hajar. Dari keturunan Ishak lahir para nabi bani Israil. Dan yang pertama adalah Ya'qub yang bergelar Israil.
Nama Ishak disebutkan dalam Al-Qur'an al-Karim sebanyak 17 kali. Disebutkan sebagai anak yang 'alim (cerdas) dua kali sebelum kelahirannya, dan sebagai anak yang halim (sabar) satu kali.
Malaikat memberi kabar gembira kepada Ibrahim as. tentang kelahiran Ishak saat ia sudah berusia lanjut sebagaimana istrinya, dan dari keturunan Ishak lahir Ya'qub. Berita gembira akan lahirnya Ishak disampaikan malaikat kepada Ibrahim saat usianya sudah lanjut, demikian pula istrinya. Dari Ismail lahir putranya bernama Ya'qub. Ketika itu malaikat sedang mampir sebagai tamu di rumah Ibrahim dalam perjalanannya menuju kaum Luth as. Untuk menimpakan siksa Allah kepada mereka atas kekafiran dan kefasikan yang mereka perbuat. Firman-Nya:
 وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إبْرَاهِيْمَ بالْبُشْرَى قَالُوْا سَلاَماً قَالَ سَلاَمٌ فَمَا لَبِثَ أَنْ جَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذ!   فَلَمَّا رَأَىْ أَيْدِيَهُمْ لاَتَصِلُ إلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً قَالُوْا لاَ تَخَفْ إنَّا أُرْسِلْنَا إلَى قَوْمِ لُوْطٍ! وَامْرَأَتَهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بإِسْحَقَ وَمِنْ وَرَاءِ إسْحَقَ يَعْقُوْبَ!   قَالَتْ يَا وَيْلَتَي ءَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوْزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخاً إنْ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ
"Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth." Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." (QS. Huud: 69-72)
Ayat yang sama terdapat dalam surat al-Hijr ayat 51-54 dan surat adz-Dzariyat ayat 24-30 yang menjelaskan tentang anak yang halim. Sebagian berpendapat bahwa Ishak adalah anak yang dikorbankan kemudian diganti dengan sembelihan besar, juga menjelaskan tentang anak yang sabar dalam firman-Nya pada surat Shaffat { فبشرناه بغلام حليم }dengan alasan bahwa ayat pertama dan terakhir yang terkait dengan tema tersebut menunjukkan hal itu.
Adapun yang pertama, maka Allah Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim as. Yang berkata:
إِنِّي ذَاهِبٌ إلَى رَبِّي سَيَهْدِيْن
"Saya akan pergi menemui Tuhanku."
Mereka sepakat bahwa yang dimaksud oleh Ibrahim adalah kepergiannya ke Syam. Lalu firman Allah selanjutnya:
فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلاَمٍ حَلِيْمٍ
Dan kami gembirakan ia dengan (kelahiran) anak yang sabar." Sehingga anak yang dimaksud pada ayat ini tidak lain adalah Ishak. Lalu ayat berikutnya:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ
"Ketika ia sampai pada masa sanggup." Maksudnya adalah anak yang mencapai pada usia sanggup (berusaha) adalah anak yang lahir di Syam. Sehingga ayat tersebut menunjukkan bahwa korban yang akan disembelih itu adalah Ishak.
Adapun dalil pada ayat terakhir adalah, bahwa ketika Allah Ta'ala menyempurnakan kisah penyembelihan, Ia berfirman:
وَبَشَّرْنَاهُ بإسْحَقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِيْنَ
"Dan Kami gembirakan Ia dengan Ishak, sebagai nabi dan termasuk orang-orang yang saleh." Artinya bahwa Allah menggembirakannya sebagai nabi dan dari kalangan orang-orang yang saleh. Berita gembira ini disebutkan setelah kisah yang menunjukkan bahwa Allah Ta'ala memberinya berita gembira karena beratnya ujian yang ia terima pada kisah penyembelihan.
Setelah memaparkan pendapatnya tentang sosok yang disembelih, al-Fakr mengatakan, bahwa az-Zujaj berkata, "Hanya Allah yang tahu siapakah di antara keduanya sebagai korban."
Tentang Ismail as., disebutkan dalam beberapa ayat berikut ini:
1) Ibrahim as. Memuji Tuhannya setelah diberikan padanya seorang anak yang shaleh dan saudaranya, Ishak. Firman-Nya:
اَلْحَمْدُ لله الَّذِي وَهَبَ لِي عَلَى اْلكِبَرِ إسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ إنَّ رَبِّي لَسَمِيْعُ الدُّعَاءِ
"Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua (ku) Ismail dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanku, benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) do'a." (QS. Ibrahim: 39)
2) Jawaban anak-anak Ya'qub as. Saat ia bertanya kepada mereka menjelang kematiannya, "Apa yang akan kalian sembah sesudahku?"
أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إذْ حَضَرَ يَعْقُوْبَ الْمَوْتُ إذْ قَالَ لِبَنِيْه مَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ بَعْدِي قَالُوْا نَعْبُدُ إلهَكَ وَإلَهَ آبَائِكَ إبْرَاهِيْمَ وَإسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ إلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ
"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apa yang kamu sembah sepeninggalku?" Mereka menjawab: "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya".  (QS. Al-Baqarah: 133)
3) Perintah yang disampaikan kepadanya agar beriman kepada Allah dan percaya kepada apa yang Ia turunkan berupa syariat dan kitab-Nya. Firman-Nya:
قُوْلُوْا آمَنَّا بِاللهِ وَمَا أُنْزِلَ إلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ إلَى إبْرَاهِيْمَ وَإسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَاْلأَسَبَاطَ وَمَا أُوْتِيَ مُوْسَى وَعِيْسَى وَمَا أُوْتِيَ النَّبِيِّوْنَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُوْنَ
"Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". (QS. Al-Baqarah: 136)
4) Pengingkaran Allah Ta'ala terhadap kaum Yahudi dan Nasrani atas apa yang mereka yakini bahwa Ibrahim, Ismail, Ishak dan Ya'qub dan keturunannya adalah Yahudi atau Nasrani, disertai teguran Allah atas pengakuan itu dan kesepakatan mereka atas hal itu:
أَمْ تَقُوْلُوْنَ إنَّ إبْرَاهِيْمَ وَإسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَالأَسْبَاطَ كَانُوْا هُوْدًا أَوْ نَصَارَى قُلْ أَأَنْتُمْ أَعْلَمُ أَمِ اللهُ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ شَهَادَةَ عِنْدَهُ مِنَ اللهِ وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ
"Ataukah kamu (hai orang-orang Yahudi dan Nasrani) mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah, dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah[1] yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Baqarah: 140)
5) Pemberitahuan dari Allah Ta'ala kepada nabi-Nya, Muhammad saw. dan umatnya, bahwa wahyu yang Ia turunkan kepadanya sama dengan wahyu yang Ia turunkan kepada para nabi sebelumnya. Sebagaimana firman-Nya:
إنَّا أَوْحَيْنَا إلَيْكَ كَمَا أَوْحَيْنَا إلَى نُوْحٍ وَالنَّبِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَوْحَيْنَا إلَى إبْرَاهِيْمَ وَإسْمَاعِيْلَ وَإسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ وَاْلأَسْبَاطَ وَعِيْسَى وَأَيُّوْبَ وَيُوْنُسَ وَهَارُوْنَ وَسُلَيْمَانَ وَآتَيْنَا دَاوُوْدَ زَبُوْرًا
"Sesungguhnya Kami telah memberikan wahyu kepadamu sebagaimana Kami telah memberikan wahyu kepada Nuh dan nabi-nabi yang kemudiannya, dan Kami telah memberikan wahyu (pula) kepada Ibrahim, Isma'il, Ishak, Ya'qub dan anak cucunya, 'Isa, Ayyub, Yunus, Harun dan Sulaiman. Dan Kami berikan Zabur kepada Daud." (QS. An-Nisaa: 163
6) Pemberian Allah Ta'ala kepada Ibrahim as berupa nikmat yang dikaruniakan kepada-Nya di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman-Nya:
"Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu  (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-An'am: 84)
7) Penjelasan tentang kedudukan nabi Ishak as. di dalam agama ini, kebaikan dan ketinggiannya sebagai nabi. Ini disampaikan Allah Ta'ala melalui Ya'qub kepada putranya Yusuf as., sebagai hasil dari mimpinya yang baik. Firman-Nya:
"Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya ni'mat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan ni'mat-Nya kepada dua orang bapakmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak.  Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Yusuf: 6)
Dan apa yang kemudian disampaikan nabi Yusuf kepada dua orang penghuni penjara bahwa dirinya adalah pengikut agama ayahnya, dari keluarga kenabian dan Tauhid. Firman-Nya:
"Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya'qub.  Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.  Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya)." (QS. Yusuf: 38)
Dan beberapa ayat lain terkait dengan pujian Allah Ta'ala kepada Ishak as., tentang derajat kenabian dan kebaikannya, juga terdapat dalam surat Maryam ayat 49 dan 50, surat al-Anbiya ayat 72, surat al-Ankabut ayat: 27, dan surat Shad.

Secara ringkas, al-Qur'an al-Karim berbicara tentang nabi Ishak as. dalam beberapa point berikut ini:
a- Berita gembira yang disampaikan malaikat kepada kedua orang tuanya, Ibrahim dan Sarah, ketika mereka sudah memasuki usia senja.
b- Pujian dan rasa syukur Ibrahim atas karunia yang Allah berikan kepadanya saat memasuki usia tua berupa anak yang shaleh.
c- Berita kenabian Ishak, kesalehan dan kekuatannya dalam taat kepada Allah serta keselamatan bashirahnya dalam agama ini.
d- Bahwa dia adalah anak yang dikorbankan sebagaimana diriwayatkan beberapa ulama.
Wa Allah a'lam...

Kisah di dalam Al-Qur'an al-Karim tentang nabi Ishak as.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishaq seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh. Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq. Dan diantara anak cucunya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang Zalim terhadap dirinya sendiri dengan nyata." (QS. Ash-Shaffat: 112-113)
Berita gembira itu disampaikan oleh malaikat kepada Ibrahim dan Sarah ketika mereka mampir di rumahnya dalam perjalanan menuju Madain untuk menghancurkan kaum nabi Luth karena dosa dan kejahatan yang mereka lakukan. Penjelasan secara detail akan dibahas berikutnya, Insya Allah.
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُنَا إبْرَاهِيْمَ بالْبُشْرَى قَالُوْا سَلاَمًا قَالَ سَلاَمٌ فَمَا لَبِثَ أَنْ َجَاءَ بِعِجْلٍ حَنِيْذٍ ! فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لاَ تَصِلُ إلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً قَالُوْا لاَ تَخَفْ إنَّا أُرْسِلْنَا إلَى قَوْمٍ لُوْطٍ ! وَامْرَأَتُهُ قَائِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إسْحَاقَ يَعْقُوْبَ ! قَالَتْ يَا وَيْلَتَى أَأَلِدُ وَأَنَا عَجُوْزٌ وَهَذَا بَعْلِي شَيْخًا إنَّ هَذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ ! قَالُوْا أَتَعْجَبِيْنَ مِنْ أَمْرِ اللهِ رَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
"Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: "Selamat." Ibrahim menjawab: "Selamatlah," maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat)  yang diutus kepada kaum Luth." Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." (QS. Huud: 69-73)
Firman-Nya:
"Dan kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim[2] Ketika mereka  masuk ke tempatnya, lalu mereka mengucapkan, "Salaam". Ibrahim, "Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu". Mereka berkata, "Janganlah kamu merasa takut, sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim. Berkata Ibrahim, "Apakah  kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya)berita gembira yang kamu kabarkan ini?" Mereka   menjawab, "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan  benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat". (QS. Al-Hijr: 51-56)
Firman-Nya:
"Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (yaitu malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaamun". Ibrahim menjawab: "Salaamun (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal." Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk. Lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim lalu berkata: "Silahkan anda makan."(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut", dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak). Kemudian isterinya datang memekik lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: " (Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul." Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan" Sesungguhnya Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." (QS. Adz-Dzariyat: 24-30)
Allah Ta'ala menyebutkan bahwa malaikat itu –ada yang berkata bahwa jumlah mereka 3; Jibril, Mikail dan Israfil-, ketika mampir di rumah Ibrahim, mereka pun dijamu sebagai tamu. Ibrahim lalu menyembelih daging anak sapi yang gemuk dari sapi terbaik miliknya. Ketika ia mendekatkan makanan itu kepada mereka, ternyata mereka tidak tampak tertarik untuk memakannya. Karena malaikat pada hakikatnya tidak butuh makan. Hal itu membuat Ibrahim merasa takut kepada mereka:
"Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: "Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-ma]aikat) yang diutus kepada kaum Luth." (QS. Huud: 70)
Maksudnya, kami akan menghancurkan mereka. Berita tersebut membuat Sarah gembira sebagai bentuk luapan amarahnya terhadap prilaku kaum nabi Luth. Saat itu ia sedang berdiri di hadapan para tamunya sebagaimana yang biasa dilakukan masyarakat Arab dan lainnya. Ketika ia tertawa gembira  mendengar berita tersebut, Allah Ta'ala berfirman:
"Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya'qub". (QS. Huud: 71)
Maksudnya, malaikat menyampaikan kabar gembira tersebut kepada Sarah hingga membuatnya terkejut dan gembira. Gembira karena ia akan mendapatkan seorang anak, dan terkejut karena ia dan suaminya, Ibrahim sudah memasuki usia senja.
"Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh." Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah." (QS. Huud: 72-73)
Ibrahim as. juga terkejut campur senang mendengar berita gembira tersebut:
Berkata   Ibrahim: "Apakah  kamu memberi kabar gembira kepadaku padahal  usiaku  telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita  gembira  yang kamu kabarkan ini?" Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-rang  yang  berputus asa". (QS. Al-Hijr: 54-55)
Berita gembira itu adalah Ishak as. Seorang anak yang cerdas dan dikenal dengan kesabaran dan kejujuran janjinya sebagaimana digambarkan Allah Ta'ala. Firman-Nya:
فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَاقَ وَمِنْ وَرَاءِ إسْحَاقَ يَعْقُوْبَ
"Dan Kami gembirakan ia dengan Ishak, dan di belakang Ishak (lahir) Ya'qub." Inilah yang dijadikan dalil oleh Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi dan lainnya bahwa putra Ibrahim yang hendak dikorbankan itu adalah Ismail as. Karena Ishak tidak mungkin diperintahkan untuk disembelih setelah datangnya berita gembira tersebut tentang keberadaan dirinya dan akan lahirnya Ya'qub sebagai putranya. Maka firman Allah Ta'ala di atas menjadi bukti bahwa Sarah mendengar dengan seksama akan lahirnya seorang anak bernama Ishak, dan setelah itu lahir Ya'qub sebagai putra Ishak.
Firman-Nya:
وَوَهَبْنَا لَهُ إسْحَاقَ وَيَعْقُوْبَ كُلاًّ هَدَيْنَا
"Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk." (QS. Al-An'aam: 84)
فَلَمَّا اعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللهِ وَهَبَنَا لَهُ إسْحَاقَ وَيَعْقٌوْبَ
"Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishak, dan Ya'qub. Dan masing-masingnya Kami angkat menjadi nabi". (QS. Maryam: 49)
Kedua ayat di atas adalah bukti yang sangat kuat dan didukung oleh hadits Rasulullah saw. dalam Shahikhaeni (hadits Bukahri dan Muslim) dari Sulaiman bin Mahran al-A'masy, dari Ibrahim bin Yazid at-Taemi dari ayahnya berkata, dari Abu Dzar berkata:
يَا رَسُوْلَ الله أيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّل؟ قَالَ: "اَلْمَسْجِدُ اْلحَرَامُ قُلْتُ: ثُمَّ أي؟ قَالَ: "اَلْمَسْجِدُ اْلأَقْصَى" قُلْتُ: كَمْ بَيْنَهُمَا؟ قَالَ: "أَرْبَعُوْنَ سَنَةً" قُلْتُ: ثُمَّ أَيُّ؟ قَالَ: "ثُمَّ حَيْثُ أَدْرَكْتَ الصَّلاَةَ فَصّلِّ فَكُلُّهَا مَسْجِدٌ
"Saya bertanya kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, masjid apakah yang dibangun pertama kali?." Beliau berkata, "Mesjid Haram, lalu majid Aqsha." Saya bertanya, "Berapa (lama) antara keduanya?" Beliau menjawab, "Empat puluh tahun." Saya bertanya, "Kemudian masjid apa?" beliau menjawab, "Kemudian dimana pun engkau berada saat tiba waktu shalat, maka shalatlah, karena semua itu adalah masjid[3]".
Menurut Ahli Kitab, Ya'qub as. adalah nabi yang membangun masjid Aqsha, mesjid Elia di Baitul Maqdis. Apa yang kita sebutkan ini sejalan dengan hadits Rasulullah saw.
Dengan demikian, bangunan yang didirikan oleh nabi Ya'qub as. –Israil- terjadi setelah empat puluh tahun sebelum berdirinya masjid haram yang dibangun oleh Ibrahim dan putranya Ismail. Pembangunannya mungkin saja setelah Ishak lahir. Karena Ibrahim as. Pernah berdoa kepada Allah Azza wa Jalla:
"Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Ibrahim: 35-36)
Dalam hadits Rasulullah saw. juga disebutkan bahwa ketika Sulaiman bin Daud as. membangun Bait al-Maqdis, ia memohon kepada Allah Ta'ala tiga hal, sebagaimana firman-Nya:
"IIa berkata:  "Ya Tuhanku,  ampunilah aku  dan  anugerahkanlah kepadaku  kerajaan  yang   tidak   dimiliki  oleh seorang  juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi". (QS. Shaad: 38)
Sebagaimana yang akan kami jelaskan pada kisah nabi Sulaiman, maksud ayat ini adalah –waLlahu a'lam- bahwa Nabi Sulaiman as. memperbaharui bangunan tersebut sebagaimana dikatakan sebelumnya bahwa rentang masa pembangunan kedua mesjid tersebut adalah 40 tahun. Dan tidak ada yang mengatakan bahwa rentang masa antara Sulaiman dan Ibrahim adalah 40 tahun selain Ibnu Hayyan, walau sebagian besar ulama tidak sepakat dengannya.


[1] ) Syahadah dari Allah ialah persaksian Allah yang tersebut dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim as. dan anak cucunya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus saw.
[2] ) Tamu disini maksudnya adalah malaikat
[3] ) Dikeluarkan oleh Bukhari dalam Shahihnya, kitab Bid'i al-Khuluq. Juga Muslim dalam shahihnya, kitab al-Masjid.

2 comments: