Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail

Thursday, August 9, 2012

ANALISA SWOT

     SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, and Treatment) adalah serangkaian analisa mengenai Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan untuk mengetahui seberapa besar ruang kemungkinan atas suatu grand design pekerjaan a/tau aktivitas yang akan kita lakukan. Analisa SWOT sangat penting dalam manajemen suatu organisasi atau aktivitas yang sejenis. Setelah membuat SWOT kita akan mengetahui sejauhmana kemungkinan tercapainya semua rencana strategis yang akan kita realisasikan. Dengan demikian SWOT akan memperkuat perisai organisasi dengan pengetahun tentang titik kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh organisasi atau harakah dakwah.
Strength and weakness (kekuatan dan kelemahan) sifatnya internal meliputi SDM baik secara kualitas maupun kuantitas, stategi yang telah ada, atau progress kinerja yang sudah dijalani selama ini. Sedangkan oportunity and treatment (peluang dan hambatan) sifatnya eksternal meliputi kecenderungan politik, ekonomi, sosial atau teknologi, pihak luar yang merasakan hasil aktifitas organisasi kita, dan pesaing/kompetitor serta mitra kerja (jaringan).
Misalnya, di suatu kampus akan dirintis sebuah lembaga dakwah akademik di tingkatan universitas. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lembaga-lembaga tingkatan fakultas sudah cukup seattle, namun hampir semua kader strategis sudah disibukkan dengan amanah-amanah di wajihah-wajihah yang sudah ada. Keadaan ini menyulitkan perintisan lembaga tingkat universitas tadi karena tidak ada kader yang bisa konsen disana. Keadaan seperti ini merupakan kelemahan (weakness). Namun dukungan birokrasi kampus terhadap perintisan lembaga tingkat universitas itu sangat besar, mengingat belum adanya lembaga sejenis ditingkatan universitas. Maka keadaan ini masuk ke dalam peluang. Misalnya lagi semua lembaga akademik tingkatan fakultas statusnya sebagai pemegang dalam arti kader dakwah mayoritas berada dalam posisi-posisi yang strategis. Nah ini merupakan kekuatan, sehingga kelompok study fakultas yang sudah ada dapat ikut menginisiasi lembaga akademik tingkat universitas. Namun ternyata kampus antum merupakan kampus yang sangat politis, sehingga bentuk perintisan wajihah apapun jika itu diketahui dilakukan oleh kader dakwah maka dianggap sebagai penguatan basis politik oleh mereka, maka ini merupakan ancaman bagi perintisan lembaga tadi.
Pada saat kita menyusun SWOT, kita dapat mengenali satu tingkat daripada hanya menganalisa keadaan mana yang benar-benar merupakan kekuatan atau kelemahan dan keadaan mana yang merupakan peluang atau ancaman. Oleh karena itu menyusun SWOT harus dilakukan seobyektif dan sejujur-jujurnya.
Jika semua SWOT telah kita susun dan kita koreksi kembali dengan seksama, sekarang sesuaikan dengan misi awal yang kita bangun tatkala menyusun SWOT tersebut. Apakah yang kita tulis memiliki korelasi atau berbasis kenyataan atau tidak? Kenyataan ini adalah kondisi kekuatan kita pada saat ini. Maka hasil SWOT inilah yang akan menuntun kita pada langkah selanjutnya. Apakah lembaga akademik tingkat universitas tadi akan kita rintis sekarang atau ditangguhkan?
SWOT juga bisa berlaku untuk analisa diri sendiri. Misalnya, saya bercita-cita ingin menjadi peneliti. Daya dukung apa yang harus saya miliki? Jenjang pendidikan, bahasa karena sebagian jurnal-jurnal yang relevan adalah jurnal internasional, karakter analitis dan teliti, dsb. Kapan daya dukung ini harus saya miliki semuanya? Padahal saat ini saya hanya mahir bahasa Sunda dan bahasa Indonesia, jenjang pendidikanpun baru S1 dan pengalaman riset saya masih sangat minim. Berarti yang tidak saya miliki adalah skill dan pengalaman. Skill dan pengalaman ini bisa dibangun.
Sekarang saya menyusun kapan saatnya saya harus menguasai bahasa Inggris. Berapa banyak saya harus menginvestasikan waktu saya dalam sehari untuk belajar bahasa Inggris? Langkah-langkah apa saja yang harus saya lakukan untuk mempersiapkan study lanjut? TOEFL, finansial, dll. Sekarang saya telah memiliki cara berfikir yang terstruktur. Disinilah akan tergabung antara mimpi dan pikiran, antara imajinasi dan perencanaan. Jadi tidak hanya berkhayal. Disini sifat realistis saya diuji.
Inilah metode SWOT yang bisa kita aplikasikan, baik untuk SWOT diri kita sendiri maupun SWOT organisasi. Sekarang kita isi dulu form SWOT kondisi masing-masing kampus anda (secara berkelompok 4-5 orang). Dan bayangkanlah bahwa anda ingin memenangkan (memfutuhkan) dakwah kampus tahun 2012. Dapat dimengerti bahwa pertama kali mengisi kita akan kesulitan, namun jika kita melakukannya terus menerus (secara berkala), maka kita akan terbiasa menganalisa kondisi-kondisi di sekeliling kita. Selamat bekerja!
Jika sudah selesai mohon untuk dipresentasikan (diambil perwakilan) dan dipaparkan kesulitan-kesulitan dalam menyusun SWOT. Dan diskusikanlah dengan pemateri anda!

1 comment: