Social Icons

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail
Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts

Thursday, September 19, 2013

DRAMA DIBALIK KUNJUNGAN PRESIDEN KE ACEH

(Oleh: Ariel Kahhari)

Presiden adalah orang yang dicintai rakyatnya. namun kedatangannya di suatu tempat kerap berjarak. Hanya orang tertentu yang dapat dekat disaat Rakyat membutuhkan tempat curhat. Tapi inilah protokoler yang diterapkan di negeri ini. Keselamatan presiden adalah segalanya. Warga diminta ikhlas dan legowo jika ada hal yang tidak berkenan.

Hampir satu jam aku menunggu seorang teman di sebuah cafe di kawasan Lamprit Banda Aceh. Pukul dua belas ini aku mau mewancarainya terkait pemberian gelar Doktor Honoris Causa bidang perdamaian untuk Presiden SBY oleh Universitas Syiah Kuala. Dari Black Berry Messenger yang dikirimkan kepadaku, dia tidak sepakat jika gelar itu diberikan kepada orang nomor satu di negara ini. Pas menurutku. Karena sudah beberapa orang yang kuwawancarai semuanya sepakat. Agar seimbang aku membutuhkan tanggapan berbeda.

Kameraman yang dari tadi menunggu berulangkali menanyakan posisi temanku ini. Aku mencoba menelepon tapi tidak diangkat. SMS yang kukirim juga tidak dibalas. Aku tau partner kerjaku ini mulai panik. Hari ini semua kameramen dikantorku punya jadwal yang padat. Banyak berita yang harusdicover. Wajar aku kira, pasalnya Presiden SBY mau berkunjung ke Aceh. Kegiatan presiden di Aceh mulai dari menerima gelar Doktor perdamaian, membuka Pekan Kebudayaan Aceh ke enam hingga Shalat Jumat di Mesjid Raya Baiturrahman.

Sedang di Jambotape, macet total. Sebuah pesan singkat masuk ke HP ku. Aku baru tau jika temanku terjebak macet di Simpang Jambo Tape. Padahal dari simpang itu menuju tempatku sangat dekat. Hanya beberapa ratus meter saja. Pada siang hari kawasan Jambo Tape memang kerap macet. Karena di jam tersebut banyak pekerja kantoran yang pulang istirahat siang atau anak anak yang pulang sekolah. Kemacetan tampak begitu panjang.

Tapi sejauh yang aku lihat, hari ini kemacetan tidak hanya terjadi di simpang Jambo Tape. Hampir disetiap ruas jalan. Baik di jalan utama maupun bukan. Polisi sedari tadi tampak hilir mudik. Mengatur lalu lintas, menutup jalan atau mengawal pejabat. Pukul satu siang nanti Presiden tiba di Banda Aceh.

Aku membatin. Apa seribet ini jika seorang presiden datang mengunjungi suatu tempat? Bukankah presiden adalah orang yang dicintai rakyatnya. Kenapa harus dibuat berjarak. Tapi ya sudahlah, mungkin protokoler dinegeri ini memang sudah diset sedemikian rupa. Keselamatan presiden adalah segalanya. Warga diminta ikhlas dan legowo jika ada hal yang tidak berkenan.

Temanku akhirnya tiba. Sebelum kuwawancara dia sempat mengeluh dengan jalanan yang macet.Macetnya parah jelasnya. Wawancarapun berlangsung singkat. Setelah itu temanku pulang disusulkameraman ku. Sementara aku tetap disini, menyusun naskah berita yang akan naik siar sore nanti.

Jika menyimak setiap bagian cerita yang ada dalam kunjungan Presiden, ini sama halnya dengan sebuah drama. Ada pelakon, alur, tempat hingga pesan yang disampaikan. Drama juga sama dengan sandiwara. Hanya berdurasi singkat. Diisi dengan akting yang sebelumnya sudah dilatih. Setingan tempatnya pun juga telah dipersiapkan dengan baik. Semua nya didesain untuk menyempurkan aksi dalam sebuah drama.

Sembari menyusun naskah, aku coba mengecek perkembangan Banda Aceh jelang kedatangan Presiden melalui status yang diupdate teman temanku di facebook. Beberapa diantara mereka menyambut baik kedatangan Presiden. Tapi yang menolak juga banyak. Beberapa temanku mengeluhkan pengamanan yang super ketat.

Lewat chatting facebook, aku menyapa temanku yang tengah berada di daerah kampus Darussalam. Dia bercerita jika kampus sudah “hijau” alias dipenuhi anggota TNI. Malamnya Presiden akan menerima penghargaan gelar Doktor Perdamaian dari Kampus Unsyiah. Dari surat kabar aku tau jika sebanyak 2500 personil TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga keselamatan dan kenyamaan SBY selama di Aceh. Lagi lagi aku berpikir, bukankah SBY menjadi jawara pada saat Pemilihan Presiden 2009 silam. Suara rakyat Aceh bulat diberikan untuk nya. Lalu kenapa kondisinya jadi seperti ini. Bagaimana caranya supaya rakyat dapat bertegur sapa dengan pak Presiden. Lagi lagi Keselamatan Presiden adalah segalanya.

Rencananya Presiden akan menginap di Banda Aceh. Artinya pengamanan pun akan ekstra ketat. Jauh sebelum Presiden tiba, petugas keamanan sudah disebar dibeberapa titik di Banda Aceh. Bahkan kawasan yang dekat dengan hotel tempat Presiden menginap pun turut dijaga. Sejumlah anggota TNI tidur beratapkan langit.

Memang jika menyimak setiap bagian cerita yang ada dalam kunjungan Presiden, ini sama halnya dengan sebuah drama. Ada pelakon, alur, tempat hingga pesan yang disampaikan. Drama juga sama dengan sandiwara. Hanya berdurasi singkat. Diisi dengan akting yang sebelumnya sudah dilatih, bahkan hanya untuk sebuah senyuman. Setingan tempatnya pun juga telah dipersiapkan dengan baik. Semua nya didesain untuk menyempurkan aksi dalam sebuah drama.

Tapi benarkan pak SBY ke Aceh hanya sekedar menampilkan drama??

Friday, August 16, 2013

Ikhwanul Muslimin Desak Mesir Mengakui Kemerdekaan Indonesia

Sedih, marah, dan rasa berduka cita yang mendalam berbaur menjadi satu saat melihat saudara – saudara muslim nun jauh disana, di negeri Piramida, Mesir, disaat seharusnya merayakan kemenangan di hari yang Fitri, justru sedang mengalami tragedi paling pahit sepanjang sejarah bangsa Mesir di abad 21 ini.

Tercatat, hingga hari ini, kudeta militer Mesir pimpinan jenderal As’Siisi telah membunuh banyak warga sipil Mesir yang melakukan demonstrasi damai menuntut dikembalikannya Presiden sah Mesir yang lahir dari rahim demokrasi murni, Muhammad Mursi.

Bagi saya yang memang bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, tragedi ini adalah sebuah kejahatan terburuk dan tragedi kemanusiaan terpahit di masa sekarang. Mesir yang tengah membangun puing – puing demokrasi yang berorientasi untuk rakyat pasca ditumbangkannya rezim Mubarak, Mesir yang sedang menantikan sebuah era baru sebuah negara yang berdaulat berdasar nilai – nilai demokrasi, kini malah menjadi negeri yang mempertontonkan rejim represif dan tindakan kejahatan kemanusiaan yang ditunjukkan oleh militer Mesir.

Jutaan demonstran Mesir yang dengan cara – cara damai mengkampanyekan dikembalikannya Muhammad Mursi sebagai presiden sah mesir, dibalas dengan serangan senjata membabi – buta dari militer Mesir.

Data terbaru, bahkan beberapa pimpinan pro Mursi dari kalangan Ikhwanul Muslimin mulai dibantai dan ditangkapi satu persatu. Pun dengan para awak media yang mencoba meliput kejahatan kemanusiaan ini secara obyektif, secara tragis ditangkapi, dan bahkan sampai ada awak media yang menjadi korban.

Sekali lagi, potret Mesir saat ini adalah potret buram pelaksanaan demokrasi.

Well, dan sampai saat ini, terkecuali kampanye di berbagai media sosial yang terus digelorakan oleh sabagian besar masyarakat, Indonesia belum secara tegas menyatakan untuk menentang kudeta militer Mesir dan mendukung pemerintahan sah Mesir dari rahim demokrasi. Padahal, jika kita berkaca pada sejarah Indonesia, Mesir dan Indonesia sudah memiliki hubungan yang sangat erat satu sama lain.

Saya hanya ingin menyampaikan beberapa fakta sejarah tentang hubungan dekat Mesir dan Indonesia yang diambil dari berbagai sumber, disertai dengan pelengkap visual.

1. Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Mesir menandatangani pengakuan Kemerdekaan dan Kedaulatan Republik Indonesia disaksikan HA Agus Salim (Menteri Luar Negeri) dan AR Baswedan (Kakek Anies baswedan, Rektor Paramadina) saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Muda Penerangan.



2. Sebagai tindak lanjut untuk pengakuan kemerdekaan Indonesia, tokoh nasional saat itu, HA Agus Salim dan Perdana Menteri merangkap Menteri Luar Negeri Mesir serta AR Baswedan sedang mendiskusikan isi naskah pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

3. Dukungan untuk kemerdekaan Indonesia juga muncul dari pemimpin Ikhwanul Muslimin mesir, Hasan Al Bana. Saat itu, Sutan Syahrir dan Delegasi Indonesia Bertemu Syeikh Hasan Al Banna (pemimpin Ikhwanul Muslimin) Bagi Memperoleh Dukungan Perjuangan Revolusi Fisik Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1947.

4. Sebagai upaya mendukung kemerdekaan Indonesia, Komite Pembela Kemerdekaan Indonesia Di Mesir pun dibentuk, yang Terdiri Dari Tokoh - tokoh Mesir, Arab dan Islam Yang Diketuai Jenderal Saleh Harb Pasya Dengan Anggota Syeikh Hasan Al Banna dan sebagainya.

5. Sebagai bentuk dukungan, bahkan utusan Liga Arab Mohammad Abdul Moneim, tokoh Mesir datang ke Indonesia yang diterima Sri Sultan Hamengkubuwono IX Sultan Jogjakarta Di Ibukota Perjuangan Republik Indonesia.

6. Dukungan pengakuan kemerdekaan bagi Indonesia juga muncul, sehingga Bung Sjahrir ditemani Mr. Natsir Pamoentjak dan penulis menyampaikan ucapan terima kasih Indonesia terhadap dukungan Ikhwan al-Muslimun yang kuat sekali kepada Sheikh Hasan Al-Banna (berjenggot) ketua umumnya, di pusat Organisasi ini. *Jika di kantor pusat organisasi ini, artinya di gedung Syubban al-Muslimin (kini) kawasan Tahrir.

7. Menteri Luar Negeri Indonesia Haji Agus Salim Bersama Duta Besar Indonesia Pertama Di Mesir H.M. Rasyidi Berbincang Dengan Syeikh Hasan Al Banna Bagi Memperoleh Dukungan Perjuangan Revolusi Fisik Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia Tahun 1947 Di Kairo.

8. Hubungan Mesir dan Indonesia semakin harmonis, tatkala perdana Menteri Indonesia Mohammad Natsir Diapit Oleh Al Hajj Amin Al Husainy Mufti Jerusalem Dan Hasan Ismail Al Hudhaiby Mursyid Am Ikhwanul Muslimin.

9. Hubungan Mesir dan Indonesia semakin harmonis, tatkala perdana Menteri Indonesia Mohammad Natsir Diapit Oleh Al Hajj Amin Al Husainy Mufti Jerusalem Dan Hasan Ismail Al Hudhaiby Mursyid Am Ikhwanul Muslimin.

10. Abdul Kahar Muzakkir delegasi Indonesia dalam Konferensi Umum Islam tentang “Perkembangan Kondisi Di Palestina” yang berlangsung di Jerusalem pada bulan Desember 1931-Januari 1932. Konferensi ini dikenal dengan nama “Konferensi Bouraq”. Abdul Kahar Muzakkir lulusan Al Azhar Kairo yang kemudian menjadi anggota Panitia Sembilan yang merumuskan Piagam Jakarta cikal bakal dasar negara Indonesia.

11. Mesir dan Indonesia makin akrab, dalam suatu kesempatan, Menteri Luar Negeri Indonesia Haji Agus Salim di Gedung Majelis Syuro Mesir di Kairo tahun 1946.

12. Perjuangan paling mengesankan adalah agenda Misi Diplomatik Indonesia Kali Pertama Ke Mesir. Saat itu Soetan Sjahrir (Bung Sjahrir) hanya mengenakan selembar pakaian lolos dari hadangan Belanda. Demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia tercinta. Di dalam gambar ini terselip wajah pendahulu dan senior Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir.

Itulah beberapa fakta tentang hubungan erat Negeri Mesir dan Indonesia, semoga kita faham dan turut mendoakan tragedi kemanusiaan yang sedang terjadi di Mesir saat ini, dan secara terang – terangan mendukung Presiden Muhammad Mursi yang menjadi Presiden sah bagi rakyat Mesir.

Kudeta ini harus segera dihentikan. Karena Mesir adalah sahabat Indonesia. Cinta Mesir, Cinta Indonesia [#RabaaMassacre, #SaveEgypt].

Dwi Purnawan Almunir

Wednesday, July 31, 2013

Mari Ber-I'tikaf

(Oleh: Dr. Muhammad Yasir Yusuf. MA)
Ketua IKADI Aceh

Subhanallah, tanpa terasa perubahan hari demi hari di bulan Ramadhan 1434 H, telah menghantarkan kita dipenghujung Ramadhan 1434 H. Ada rasa keharuan yang amat dalam dengan berpisahnya kita dengan puasa Ramadhan. Muncul berbagai pertanyaan dalam hati, apakah ibadah yang dilakukan di Ramadhan ini sudah maksimal dan diterima Allah? Apakah Allah masih memberikan peluang bagi kita untuk berjumpa dengan Ramadhan di tahun depan? Apakah Allah telah menghapuskan segala dosa yang kita produksi selama ini?.

Ramadhan hanya tersisa beberapa hari lagi, kita masih punya peluang besar untuk memaksimalkan segala kebaikan di bulan suci ini. Peluang untuk menikmati segala bentuk ibadah dari shalat fardhu, shalat tarawih, membaca al Qur’an dan memberikan kebaikan untuk orang-orang yang ada disekitar kita. Sungguh naïf (rugi) jika peluang yang tersisa ini tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Bukankan kita mengharapkan ampunan Allah, kebebasan dari api neraka dan berharap dapat menapaki kaki-kaki kita dalam indahnya taman-taman syurga. 10 hari terakhir di setiap Ramadhan, Allah menghadiahkan kepada kita 1 malam yang lebih baik dari 1000 bulan yaitu malam lailatul qadar. 10 malam terakhir, Rasulullah mengajak semua keluarganya untuk meningkatkan amal ibadah dengan cara ber-i’tikaf di Mesjid.

I’tikaf ialah usaha mendiami dan menetap diri di dalam masjid oleh seseorang yang tertentu dengan cara-cara tertentu, ia juga dikenal dengan "Jiwar" (Al-Majmu' Al-Nawawi, 6: 407). Makna yang lebih sederhana, i’tikaf adalah tinggal atau menetap di dalam masjid dengan niat beribadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Penggunaan kata i’tikaf di dalam Al-Qur’an terdapat pada firman Allah SWT yang artinya: Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa (QS 2:187).

Dalam aturan Islam, seseorang bisa beri’tikaf di masjid kapan saja. Namun dalam konteks bulan Ramadhan, Rasulullah SAW beri’tikaf selama sepuluh hari terakhir. Sehinga kalau diperhatikan diantara amal-amal utama dan menjadi unggulan Rasulullah di bulan Ramadhan adalah i’tikaf. Karena i’tikaf merupakan sarana muhasabah dan kontemplasi yang efektif bagi muslim dalam mengevaluasi apa yang sudah dilakukan setahun lepas dan merencanakan serta meningkatkan keberagamaan untuk tahun depan.

Kebanyakan ulama telah berijma’ bahwa i’tikaf khususnya 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan suatu ibadah yang disyariatkan dan disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sendiri senantiasa beri’tikaf pada bulan Ramadhan selama 10 hari. Hal ini berdasarkan penuturan A’isyah bahwa Nabi SAW selalu beri’tikaf pada sepuluh akhir pada bulan Ramadhan hingga diwafatkannya oleh Allah SWT, kemudian (diteruskan sunnah) i’tikaf selepasnya oleh para isterinya. (Al-Bukhari, no hadist: 2026, Muslim, no hadist: 1772). Hal ini dilakukan oleh Nabi hingga wafat, bahkan pada tahun wafatnya, Rasulullah beri’tikaf selama 20 hari. Abu Hurairah, berkata : Nabi SAW selalu beri’tikaf pada tiap-tiap Ramadhan sepuluh hari (akhirnya). Manakala pada tahun baginda diwafatkan, baginda beri’tikaf dua puluh hari. (Al-Bukhari, no hadist: 2024).

Adapun tujuan i’tikaf disyariatkan adalah untuk mensucikan jiwa dengan berkonsentrasi semaksimal mungkin dalam kekusyukan beribadah dan bertaqarrub kepada Allah pada waktu-waktu tertentu akan tetapi teramat tinggi nilainya. Jauh dari rutinitas kehidupan dunia, fokus dengan ibadah disertai dengan berserah diri sepenuhnya kepada Sang Pencipta. Bermunajat sambil berdo’a dan beristighfar kepadaNya sehingga saat kembali lagi dalam aktivitas keseharian dapat dijalani secara lebih berkualitas dan berarti. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ibnu Qayyim, “i’tikaf disyariatkan dengan tujuan agar hati ber-i’tikaf dan bersimpuh dihadapan Allah, ber-khalwat dengan-Nya, serta memutuskan hubungan sementara dengan sesama makhluk dan berkonsentrasi sepenuhnya kepada Allah”.

Adapun tujuan khusus kita beri’tikaf di sepuluh akhir Ramadhan adalah: pertama, menjauhkan diri dari pada kesibukan dunia dan anak isteri, demi mencari kejernihan jiwa dan mengumpulkan kekuatan sebagai bekal dalam menghadapi perjalanan hidup pasca Ramadhan. Kita telah bekerja selama 11 bulan, tiba masanya mengisi perbekalan dan meningkatkan stamina ruhaniah kita dalam menghadapi berbagai problematikan hidup. Kedua, penggalan terakhir Ramadhan adalah pembebasan dari api neraka, maka ini peluang utama untuk memastikan kita tidak lalai untuk menggapai cita dan impian masuk syurga. Ini menjadi tempat kita menumpahkan air mata penyesalan terhadap kekhilafan yang telah kita lakukan guna meraih ampunan dari Allah. Kalaulah ini Ramadhan terakhir bagi kita, maka jangan sia-saikan ia karena tidak ada jaminan kita akan bertemu dengan Ramadhan berikutnya. Ketiga, i’tikaf menjadi sarana utama bagi mendapatkan Lailatul Qadar, hal ini sebagaimana disunnahkan oleh sunnah Rasulullah SAW.

Untuk itu, saudara-saudaraku marilah kita beri’tikaf pada Ramadhan tahun ini. Sebab sangat sedikit kaum muslimin yang mau beri’tikaf pada sepuluh akhir Ramadhan berbanding dengan jumlah kaum muslimin yang menghabiskan malam-malamnya dengan kesibukan berbelanja dan menyiapkan kebutuhan hari raya. Itulah sebabnya Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata, “Sungguh heran sekali situasi ummat Islam ! Mereka sanggup tidak beri’tikaf (sepuluh akhir Ramadhan) sedangkan Nabi SAW tidak pernah meninggalkan i’tikaf sejak baginda datang ke Madinah al-Munawwarah hingga Allah mewafatkannya. (Fathul Bari, 285/4). Apakah pastas kita mengaku mencintai Rasulullah, Rasullah tidak pernah meninggalkan i’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan sedangkan kita enggan melakukannya. Apakah kita yakin dosa-dosa kita sudah diampuni, disaat Rasullah serius meminta ampunan dalam do’a-do’a ketika beri’tikaf, sedangkan kita tertidur dengan nyenyak diranjang yang empuk. Ya Allah bantu kami untuk kuat melaksanakan i’tikaf dan muliakan kami dengan malam lailatul qadar. Wallahu’alam.

Wednesday, July 24, 2013

Menanam Cinta Dibulan Ramadhan, Menuai Harmoni Dibulan Selanjutnya

(Oleh : Arida Sahputra)

Berbicara cinta, tentu tidak ada habisnya. Karena wujud cinta tidak bisa divisualisasikan dan dilihat, tidak bisa diungkapkan dengan kata-katan dan didengar. Tetapi cinta hanya bisa dikerjakann dilakukan dengan perbuatan dan amal.

Cinta itu tidak membutuhkan pengorbanan, karena cinta itu totalitas. Ketika cinta membutuhkan pengorbanan, disitulah kita memulai hitung-hitungan. Ketika kita merasa berkorban disitulah bisa kita nilai keikhlasan kita untuk mencintai-Nya.

Menilik kepada sirah nabi Ya’qub dengan anaknya nabi Yusuf. Ketika mereka dipisahkan berpuluh-puluh tahun, lebih kurang 40 tahun mereka dipisahkan oleh Allah. Nabi Ya’qub tidak kuasa atas terpisahnya nabi ini. Nabi Ya’qub menangis siang malam atas Yusuf, sampai-sampai beliau buta menangisi karena perpisahan ini. Ternyata Allah mempunyai maksud dari perpisahan mereka. Yaitu menguji kesabaran nabi Ya’qub.

Allah itu maha cemburu, ketika cinta seseorang kepada yang lain selain Allah baik itu anaknya sendiri, disaat itulah Allah cemburu. Cobaan ini terjadi hampir pada semua nabi, kepada nabi Ibrahim Allah menyuruh menyembelih nabi Ismail. Kita ketahui bahwa nabi Ibrahim sangat cinta kepada Ismail, disaat nabi Ibrahim ikhlas untuk menyembelih anaknya untuk membuktikan cintanya kepada Allah. Disaat itulah Allah melihat totalitas cinta nabi Ibrahim kepada-Nya.

Ketika itu juga Allah memnurunkan mu’jizat, yaitu dengan digantinya nabi Ismail dengan seekor gibas. Ternyata nabi ya’qub juga diuji dengan hal yang sama. Yaitu dengan mengorbankan anak kesayangannya. Malaikat Jibril memberitahukan hal ini kepada nabi Ya’qub, disaat itu juga nabi Ya’qub bertaubat dan memohon ampun kepada Allah atas kecemburuan ini. Akhirnya nabi Ya’qub mengikhlaskan nabi Yusuf, disaat itulah akhirnya mata nabi Ya’qub sembuh (sudah bisa melihat kembali) dan mereka berdua ditemukan yaitu pada nabi Yusuf sudah menjadi bendahara Mesir yang berhasil.

Dalam kisah yang sama, ketika Zulaikha sangat mencintai nabi Yusuf. Zulaikha menunggu sampai kurang lebih 30 tahun nabi Yusuf. Zulaikha hampir menghabiskan seluruh hartanya, menghabiskan hari-harinya, membuang pangkat dan kebesarannya, sampai-sapai Zulaikha menjadi buta semata-mata untuk mendapatkan Yusuf. Waktu itu Zulaikha masih penyembah Aimun. Dipercaya sebagai dewa mesir kuno yaitu tuhan nenek moyang mereka.

Zulaikha selalu memohon kepada Aimun untuk bisa mendapatkan nabi Yusuf. Tetapi hampir 30 tahun Aimun tidak mengabulkannya. Zulaikhapun cemburu kepada Tuhannya nabi Yusuf. Karena nabi Yusuf sangat mencitai-Nya. Kenapa bisa seorang Yusuf bisa menangis setiap malam menyembahnya. Kenapa bisa nabi Yusuf mencintainya dengan totalitas. Cintanya kepada Tuhan yang maha Esa menyelamatkan imannya dari godaan wanita-wanita penghamba hawa nafsu.

Kecemburuan ini membuat Zulaikha mencari ketenangan jiwa, beliau menyembah Allah di rungan Yusuf sewaktu Yusuf masih sebagai budak di istananya. Zulaikhapun berusaha untuk meningkatkan cintanya kepada Allah. Akhirnya Allah menemukan Zulakha dengan nabi Yusuf yang hampir 36 tahun mereka tidak pernah bertemu. Ketika Zulaikha yang sudah tua renta dan buta itu dipertemukan dengan nabi Yusuf, disaat itulah Zulaikha sujud syukur kepada Allah. Zulaikha mulai sangat mencintai Allah, dan pada akhirnya cinta Zulaikha kepada Allah melebihi besar daripada cintanya kepada nabi Yusuf disaat itulah Zulaikha diberikan mu’jizat, yaitu matanya kembali bisa melihat, dan beliau menjadi muda dan canti seperti beliau muda dulu.

Diakhir kisah ini akhirnya ketika Allah menyuruh Yusuf untuk menikahi Zulaikha. Zulaikha masih tidak mau diganggu selama beberapa hari. Zulaikha masih mahu menyendiri menyembah Allah. Akhirnya Zulaikha menemukan ketentraman ketika mencintai Allah dan mendapatkan nabi Yusuf yang mencintai Allah lebih besar dibandingkan cintanya kepada selain-Nya.

Ramdhan adalah momentum menanam cinta, ramadhan ini adalah bulan akselerasi cinta kepada-Nya. Saya menganalogikan bulan ini sebagai router di dunia jaringan Information Technology (IT), sebagai gardu di dunia kelistrikan. Dimana kabel UTP untuk menghubungkan computer satu dengan computer yang lainnya maksimal 50 meter. Ketika sudah mencapai 50 meter harus diberikan router guna mempercepat kembali pengiriman data. Jika tidak diberikan router maka data bisa lambat bahkan hilang.
Begitu juga dengan listrik, kurang lebih disetiap 50 meter harus ada gardu. Fungsinya selain mengontrol arus listrik juga bisa mempercepat aliran arus listrik yang sudah mulai melemah, mengalirkan listrik dari satu gardu ke gardu yang lain. Sehingga listrik bisa dinikmati oleh kita saat ini. Begitu juga dengan bulan Ramadhan yang didalam mesinnya sengaja diberikan Allah mesin pelipat gandakan fahala. Sehingga motivasi pecinta-Nya bertambah. Dibulan inilah saatnya kita menanam kembali cinta yang sudah mulai lemah, yang sudah mulai lambat. Seihingga nanti cintai ini tumbuh dan akan menuai harmoni pada bulan-bulan selanjutnya hingga menemui gardu yang lainnya, hingga menemui router selanjutnya, hingga menemui Ramadhan berikutnya hingga sampai kepada tujuan Komputer yang dikirim, hingga sampai ke rumah pemakai listrik hingga akhir hidup kita dalam keadaan cinta kepada-Nya masih dalam keadaan yang sangat besar.

Router dan gardu tadi juga berfungsi menarik data, menarik arus listrik yang mau menujunya. Begitu juga bulan Ramadhan, yang kita ketahui bahwa sebelum bulan ramadhan ada bulan Sya’ban, sebelum Sya’ban ada bulan Rajab. Dimana kita ketahui bahwa pada kedua bulan ini diberikan bonus-bonus juga kepada kita agar kita termotivasi untuk menanam cinta kepada-Nya menanti tibanya di bulan Ramadhan.

Dari tentetan kisah dan analogi diatas, bisa kita mengambil kesimpulan bahwa Allah itu maha cemburu. Oleh karena itu jangan sampai cinta kita kepada mahluk-Nya lebih tinggi daripada cinta kita kepada-Nya. Bila mencintai mahluknya cukuplah karena-Nya.

Mari kita jadikan bulan Ramadhan ini menjadi bulan menanam cinta itu dengan mengoptimalkan kerja, amal dan ibadah kepada-Nya. Bila cinta ini sudah tertanam, sudah menjadi kebiasaan, insya Allah pada bulan berikutnya, kebiasaan ini sudah berakar. Dengan kebiasaan itu, hubungan kita dengan amal dan ibadah itu sudah mendarah daging. Sehingga kita tinggal menuai harmoni dari kebiasaan itu pada bulan selanjutnya, hingga kebulan Ramadhan selanjutnya dan hingga pada ajal menjemput kita dalam keadaan cinta power full.

Wallahu a'lam bishawab


Tulisan ini dimuat di:
http://www.pkssumut.or.id/2013/07/menanam-cinta-dibulan-ramadhan-menuai.html
http://www.kabarpks.com/2013/07/menanam-cinta-di-bulan-ramadhan-menuai.html
http://www.pksnongsa.org/2013/07/menanam-cinta-di-bulan-ramadhan-menuai.html
http://www.merdeka.com/kabaranda/menanam-cinta-dibulan-ramadhan-menuai-harmoni-dibulan-selanjutnya/
http://dpcpksjetis.blogspot.com/2013/07/menanam-cinta-di-bulan-ramadhan-menuai.html
http://www.suaraaceh.com/read/07/19/menanam-cinta-di-bulan-ramadhan-menuai-harmoni-11-bulan-kemudian.aspx

http://www.pkspadangpanjang.org/2013/07/menanam-cinta-dibulan-ramadhan-menuai.html

Friday, July 12, 2013

URGENT MANA SHALAT FARDHU DENGAN SHALAT TARAWIH?

Oleh : Arida Sahputra *)

Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya yang pertama kali dihisab dari amal perbuatan manusi pada hari kiamat adalah shalatnya. Rabb kita Jalla wa 'Azza berfirman kepada malaikat-Nya padahal Dia lebih mengetahui; 'Periksalah shalat hambak-Ku, sempurnakah atau justru kurang?' Sekiranya sempurna, maka akan dituliskan baginya dengan sempurna, dan jika terdapat kekurangan maka Allah berfirman, 'periksalah lagi, apakah hamba-Ku memiliki amalan shalat sunnah?' Jikalau terdapat shalat sunnahnya, Allah berfirman, ‘Sempurnakanlah kekurangan yang ada pada shalat wajib hamba-Ku itu dengan shalat sunnahnya.' selanjutnya semua amamalan manusia akan dihisab dengan demikian." (HR. Abu Daud no. 964, At-Tirmizi no. 413, An-Nasai no. 461-463, dan Ibnu Majah no. 1425. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' no. 2571)

Melihat jumlah jamaah shalat sunat tarawih yang lebih banyak daripada jamaah shalat fardhu beberapa malam ini (bulan ramadhan) membuat saya ingin rasanya mengutarakan urgensi dari kedua shalat itu. Dengan niat saling menasehati, karena Allah berfirman "Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar - benar dalam kerugian. Kecuali orang - orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, serta nasehat menasehati dalam kebenaran dan nasihat menasehati dalam kesabaran." (Qs. Al -`Ashr 1- 3 )

Dari hadist diatas kita ketahui bahwa, yang pertama kali dihisab di hari akhir nanti adalah Shalat Fardhu, bila shalat fardhu kita kurang sempurna maka akan disempurnakan dengan shalat sunnah. Artinya adalah kedudukan shalat fardhu lebih prioritas dibandingkan shalat sunnah. Sedangkan shalat sunnah bisa sebagai penyempurna shalat fardhu.

Perlu diketahui bahwa shalat fadhu itu ada 5 yaitu; Subuh, Dzuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Sedangkan shalat sunnah itu sangat banyak, antara lain shalat sunnah Tarawih, Rawatib Qabliyah, Rawatib Ba’diyah, Dhuha, Fajar, Witir, Tahajjud, Tahyatul Masjid, Wudhu, dan Qiyamullail. Sehingga shalat fardhu yang 5 diatas lebih utama daripada shalat sunnah yang disebutkan diatas tadi. Dalam tulisan ini penulis bermaksud membadingkan dengan shalat tarawih. Saya tidak mengkerdilkan shalat tarawih, tetapi hanya ingin meluruskan paradigma berfikir kebanyakan kita yang selama ini seolah-olah mementingkan shalat tarawih disbanding shalat fardhu.

Maka tidak sedikit kita melihat jama’ah shalat tarawih lebih banyak daripada jama’ah shalat fardhu. Padahal seharusnya jika pemahaman kita sama mengenai prioritas shalat ini, maka bisa dipastikan sebenarnya lebih banyak jamaah shalat fardhu dibandingkan shalat sunnah lainnya.

Penulis ingin menganalogikan prioritas shalat ini sebagai bangunan rumah. Diibaratkan syahadat (aqidah) itu adalah pondasi, shalat fardhu itu adalah tiang, sedangkan shalat sunnah, puasa, zakat, dan ibadah haji itu adalah papan dan hiasan lainnya yang di tempelkan ke tiang yang berdiri diatas pondasi tersebut. Jika pondasi tidak kuat, jika tiang tidak kuat atau bahkan tidak ada tiang , hendak mahu kemana ditempel papan dan penghias tadi. Tentunya tidak ada tempat bergantung sehingga papan dan perhiasan tersebut sia-sia.

Dengan ini penulis mengajak kita semua mari ramaikan shalat berjamaah fardhu, juga kita ramaikan shalat tarawih dan amalan-amalan lainnya. Sehingga rumah kita disurga nanti kuat dan kokoh serta cantik juga indah karena dihiasi dengan amalan-amalan. Ayoo ke masjid!!!

Semoga tulisan ini dapat merubah paradigma kita yang sudah membumi dan turun temurun. Sesungguhnya juga penulis bukanlah malaikat yang luput dari kesalahan. Bila ada kritik dan masukan untuk perbaikan dari tulisan ini bisa di email ke ari_tkn@yahoo.co.id. Demikian yang dapat saya tulis, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishawab


*) Penulis adalah mantan aktivis dakwah kampus juga pernah aktif sebagai ketua BEM dan berbagai wajihah penting di Universitas Syiah Kuala. Beliau hingga sekarang masih aktif sebagai aktivis dakwah. Wajihah dakwah yang di geluti yakni Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina (KNRP), Persaudaraan Guru Sejahtera Indonesia (PGSI), Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI), dan berbagai wajihah dakwah lainnya. Hari-harinya beliau bekerja sebagai murabbi di Al-Fityan School Aceh.


Tulisan ini juga dimuat di:
http://www.dakwatuna.com/2013/07/15/36771/urgent-mana-shalat-fardhu-dengan-shalat-tarawih
http://www.kabarpks.com/2013/07/jamaah-shalat-tarawih-lebih-banyak-dari_12.html
http://www.pksnongsa.org/2013/07/jamaah-shalat-tarawih-lebih-banyak-dari.html
http://www.merdeka.com/kabaranda/jamaah-shalat-tarawih-lebih-banyak-dari-jamaah-shalat-fardhu-tanya-kenapa.html
http://dakwah.info/supplemen/10-muwasofat/ibadah-yang-sohih/jemaah-solat-tarawih-lebih-banyak-dari-jemaah-solat-fardhu-kenapa/
http://www.suaraaceh.com/read/07/12/mengapa-jamaah-shalat-sunat-tarawih-lebih-banyak-dari-jamaah-shalat-fardhu.aspx

Saturday, June 29, 2013

PERSIAPAN MENYAMBUT BULAN RAMADHAN


(Oleh : Arida Sahputra)

"Ya Allah berkatilah kami pada bulan Rajab dan Sya'ban dan sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan" (HR. Ahmad & At-Tabrani)

Saudaraku seiman yang saya cinta karena Allah SWT, tidak terasa bulan suci, bulan magfirah, bulan penuh rahmat, bulan diturunkannya Al-Qur’an, bulan yang didalamnya terdapat lailatul qadr yang dinanti-nati sudah dihadapan mata. Hanya hitungan hari menuju bulan mulia itu. Karena kemuliaan dan spesialnya bulan tersebut maka sudah seharusnya kita sebagai ummat Islam mempersiapkan diri dan keluarga.

Persiapan disini kami maksud bukan hanya menunggu datangnya bulan Ramadhan. Tetapi persiapan disini adalah mempersiapkan bekal untuk bekal di bulan Ramadhan. Tujuan mempersiapkan bekal ini bermaksud untuk mengoptimalkan ibadah kita pada bulan yang didalamnya terdapat malam lebih dari 1000 bulan. Ada beberapa hal yang penting untuk dipersiapkan antara lain adalah sebagai berikut:

Pertama, Persiapan Ruhiyah. Rasulullah memberikan contoh kepada kita untuk senantiasa mempersiapkan diri untuk menyambut pausa. Aisyah pernah berkata, “Rasulullah SAW tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari).

Ibadah lain juga harus dipersiapkan seperti perbanyak tilawah, qiamulail, shalat fardhu bejamaah di masjid, al-ma’tsurat kubra pagi dan petang. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Sya’ban kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa warming up sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu sudah menjadi hal yang biasa.

Orang sadar maupun yang tersadarkan memahami bahwa mempersiapkan keimanan itu bukan hanya pada bulan Sya’ban ini saja. Tetapi dipersiapkan disetiap hari, namun pada momentum ini diharapkan untuk meningkatkan persiapannya. Bulan Sya’ban ini juga bisa dikatakan sebagai bulan batu loncatan untuk optimalisasi ibadah di bulan Ramadhan nanti.

Kedua, Persiapan Jasadiyah. Untuk memasuki Ramadhan kita memerlukan fisik yang lebih prima dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, bisa-bisa kemuliaan yang dilimpahkan Allah pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal. Maka, sejak bulan sya’ban ini mari persiapkan fisik seperti olah raga teratur, membersihkan rumah, makan-makanan yang sehat dan bergizi.

Ketiga, Persiapan Maliyah. Persiapan harta ini bukan untuk membeli keperluan buka puasa atau hidangan lebaran sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan hara adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhanpun merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibandingkan bulan-bulan biasa.

Keempat, Persiapan Fikriyah. Agar ibadah Ramadhan bisa optimal, diperlukan bekal wawasan yang benar tentang Ramadhan. Mu’adz bin Jabal r.a berkata: “Hendaklah kalian memperhatikan ilmu, karena mencari ilmu karena Allah adalah ibadah”. Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah mengomentari atsar diatas, ”Orang yang berilmu mengetahui tingkatan-tingkatan ibadah, perusak-perusak amal, dan hal-hal yang menyempurnakannya dan apa-apa yang menguranginya”.

Oleh karena itu, ketika orang mau beramal tentulah harus mempunyai ilmu, jika tidak bisa-bisa akan menjadi banyak kerusakan. Cara untuk mempersiapkan ini antara lain dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majelis ilmu tentang Ramadhan. Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntutan Rasulullah SAW, selama Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan berbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, dan juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan kita mengantarkan ibadah shaum dan berbagai ibadah lainnya, sebagai yang terbaik dalam sejarah Ramadhan yang pernah kita lalui. Demikian tips persiapan untuk menyambut bulan ramadhan, semoga bermanfaat.

Wallahu a'lam bishawab

Tulisan ini juga dimuat di:
http://www.dakwatuna.com/2013/06/30/36030/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan
http://www.kabarpks.com/2013/06/persiapan-menyambut-ramadhan-by.html
http://www.pks-tegalkota.com/2013/06/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan-by.html
http://www.pksbogor.org/2013/06/persiapan-menyambut-ramadhan-by.html
http://www.merdeka.com/kabaranda/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan.html
http://www.pksnongsa.org/2013/06/persiapan-menyambut-bulan-ramadhan-by.html

Saturday, May 25, 2013

CARA DA'I MENANGGAPI FITNAH & KRITIKAN


(Oleh: Arida Sahputra)

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS Ali Imran: 186)

Menaggapi kritikan dan fitnah terhadap gerakan dakwah ini. Saya ingin berbagi kepada ikhwah mengenai beberapa kisah Lukmanul Hakim mengajari anaknya dan Haditsul Ifki. Sebagai analogi sebagaimana dakwah yang sedang kita jalani ini.

Lukmanul Hakim mengajari anaknya

Pernah suatu ketika, Lukmanul Hakim mengajak anaknya berjalan ke pasar. Beliau mengenderai seekor keledai sementara anaknya berjalan kaki menuntun keledai tersebut. Ketika melewati suatu tempat, ia mendengar pembicaraan orang: “Lihat orang tua itu, benar-benar tidak memiliki rasa kasih sayang, anaknya yang kecil dibiarkan berjalan kaki sedangkan dia bersenang-senang menunggang keledai.”

“Wahai anakku, dengarkah engkau apa yang mereka perkatakan itu?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. “Dengar ayah,” jawab anaknya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. “Sekarang engkau naiklah ke atas keledai ini, biar ayah yang menuntunnya,” katanya sambil mengangkat anaknya ke atas keledai, lalu mereka meneruskan perjalanan.

Tidak berapa lama kemudian ketika melewati sekelompok orang, “Lihatlah betapa anak yang tidak pandai mengenang budi ayahnya yang sudah tua, disuruhnya ayahnya menuntun keledai sedangkan dia yang masih muda menunggangnya, sungguh tidak patut,” kata orang-orang tersebut. “Dengarkah engkau apa yang mereka perkatakan?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya. Anaknya mengiyakan pertanyaannya itu. “Sekarang engkau turun dari keledai ini dan kita sama-sama berjalan kaki,” kata Lukmanul Hakim. Anaknya segera turun dari keldai lalu berjalan bersama beriringan dengan ayahnya menuntun keledai.

Sejurus kemudian mereka bertemu pula dengan sekelompok orang lain. “Alangkah bodohnya orang yang menarik keledai itu. Keledai untuk dikenderai dan dibebani dengan barang-barang, bukan untuk dituntun seperti lembu dan kambing,” kata mereka. “Dengarkah engkau apa kata mereka?” tanya Lukmanul Hakim kepada anaknya lagi. “Dengar, ayah,” jawab anaknya. Lukmanul Hakim berkata: “Kalau begitu marilah kita berdua naik ke atas punggung keledai ini.” Tidak berapa lama setelah itu mereka mendengar sekelompok orang yang lain yang mereka lewati “Sungguh tidak bertimbang rasa mereka ini, keledai yang kecil ditunggangi berdua!” kata mereka. Lukmanul Hakim lalu bertanya kepada anaknya, “Apakah engkau dengar apa yang mereka katakan?” Jawab anaknya: “Ya ayah, saya dengar.” “Kalau begitu marilah kita pikul keledai ini,” kata Lukmanul Hakim.

Dengan bersusah payah mengikat keempat-empat kakinya, akhirnya mereka mampu mengangkat keledai itu. Dan dalam keadaan demikian itu mereka mulai berjalan dengan beban memikul seekor keledai. Ketika sejumlah orang melihat mereka berdua memikul seekor keledai, mereka ketawa terbahak-bahak. “Ha! Ha! Ha! Lihatlah orang gila memikul keledai!” “Dengarkah engkau apa yang mereka katakan?” dia bertanya kepada anaknya lagi. “Dengar ayah,” jawab anaknya. Mereka lalu meletakkan keledai itu ke tanah.

Lukmanul hakim pun kemudian menjelaskan hikmah di sebalik peristiwa tadi: “anakku, begitulah sifat manusia. Walau apapun yang engkau lakukan, engkau tak akan terlepas dari perhatian dan pandangan mereka. Tidak menjadi soal apakah tanggapan dan sikap mereka benar atau salah, mereka tetap akan mengatakannya.” “ingatlah anakku bila engkau telah bertemu kebenaran, janganlah engkau berubah hati hanya kerana mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkan harapanmu kepada Allah.”


Haditsul Ifki

Fitnah saat ini yang menimpa gerakan dakwah ini mengingatkan kita pada "Haditsul-Ifki". Saat da'wah sudah kuat, keluarga Rasul digoyang isu perselingkuhan Aisyah dengan Shafwan bin Mu'aththal. Lalu. Allah turunkan klarifikasi (QS An-Nur: 11-12)

“Sesungguhnya orang-orang yang mebawa berita bohong itu dari golongan kamu (juga). Jangan kamu mengira berita itu buruk bagi kamu. Setiap orang (pelaku) dari mereka akan mendapat balasan dosa atas perbuatannya. Dan siapa yang menjadi pelaku terbesarnya akan mendapat adzab yg besar (pula). Mengapa orang-orang mukmin dan mukminah tidak berbaik sangka terhadap diri mereka ketika mendengar berita bohong itu dan berkata: ‘Ini adalah kebohongan yang nyata’”.

Aktor kisah ini:
  1. Aisyah istri Rasul tercinta. Korban fitnah
  2. Shafwan bin Mu'at-thal. Sahabat Rasul.Korban fitnah kedua
  3. Hasan bin Tsabit (penyair), Hamnah binti Jahsy (Ipar Rasulullah), Misthah bin Utsatsah (Saksi perang Badar). Ketiganya terlibat (terpancing) dalam penyebaran fitnah.
  4. Abu Ayyub Al-anshary dan istri. Tokoh yg diabadikan dalam ayat 12. Ummu Ayyub: wahai abu ayyub, apa kau tak dengar isu tetang Aisyah? Abu Ayyub: iya, itu bohong! Apa kau sanggup berbuat seperti itu (selingkuh) Ummu Ayyub?" Ummu Ayyub: tidak, demi Allah, mana sanggup aku berbuat itu!! Abu Ayyub: "Aisyah lebih baik darimu". (Lebih tidak mungkin untuk selingkuh). Subhanallah..!!
  5. Abdullah bin Ubay bin Salul. Tokoh utama pencetus isu. Yg diabadikan dalam kalimat akhir ayat 11.
Musuh inginkan keburukan terjadi pada Da'wah dengan isu itu, tapi Allah justru tunjukkan sebaliknya. Kian terbukti cemerlangnya Islam, kokoh dalam barisan. Bahkan Aisyah bukan tercoreng, tapi kian terbukti kemuliannya. " Demi Allah aku tak pernah mengira Allah menurunkan wahyu tetang ku, yang akan dibaca sepanjang masa, Aku terlalu merasa kecil untuk diperbincangkan Allah dalam wahyu yg akan selalu dibaca, Aku hanya berharap Allah mengklarifikasi (tentangku) pada Rasulullah via mimpinya.." Inilah pengakuan Aisyah R.A terkait ayat 11-19.


Penonton dan Pemain

Dari beberapa peneliti dunia mengatakan kekhilafahan itu akan dimulai dari Asia, Asia itu di Asia Tenggara, Asia Tenggara itu bermula dari Indonesi. Ini bisa jadi karena jumlah penduduk Islam terbesar adalah di Indonesia. Melihat juga dari runutan kehidupan dinuia ini sampai kiamat. Fase-fase keterpurukan Islam sudah sedang berlangsung dan akan tiba kembali kejayaan Islam itu. Oleh karena itu, apakah kita mau sebagai penonton sampai kejayaan itu tiba? Atau mau jadi pemain yang aktif mentransformasi umat Islam sekarang ke Islam sebenarnya.

Memang kita ketahui bersama kalau menjadi penonton itu lebih pandai daripada pemain. Yang biasanya hanya mengritik-mengkritik saja, tetapi tidak mau berbuat. Dari segi jumlah juga sangat berbeda, penonton jauh lebih banyak jumlahnya daripada pemain. Apakah kita hanya mau mengritik saja? Apakah kita hanya ingin melihat saja? Atau mau berbuat?

Hal ini juga merupakan ujian kepada aktivis dakwah, dan apabila kita sabar menghadapinya maka insyaAllah kita akan lulus. Dan apabila sudah lulus dari ujian ini, Allah sudah menyiapkan imbalan atau hadiah kepada kita, yaitu naik kelas. Insya Allah naik,naik, naik. Insya Allah..

Oleh karena itu, walaupun banyak yang berkomentar dengan dakwah ini, yang mengatakan ini salah, itu salah, seharusnya seperti ini, seharusnya seperti itu. Seharusnya bubar, seharusnya ini menjadi majelis syuro. Seharusnya itu jadi presiden, biarlah mereka berkomentar. Intinya semua keputusan yang kita jalani selama ini adalah berdasarkan syuro. InsyaAllah berkah dengan keputusan syuro itu. Dan kita harus tetap bekerja karena bekerja itu adalah ibadah, anggap saja kritikan itu sebagai pupuk dakwah ini.

Hayoo tetap bekerja, janganlah berubah hati hanya karena mendengar kata-kata orang lain. Yakinlah pada diri sendiri dan gantungkan harapan kita kepada Allah.

Wallahu a'lam bishawab

http://www.dakwatuna.com/2013/05/27/33919/cara-dai-menanggapi-fitnah-dan-kritikan
http://www.suara-tamiang.com/2013/05/cara-dai-menanggapi-fitnah-kritikan_30.html
http://www.pksmagetanbekerja.org/2013/05/cara-dai-menanggapi-fitnah-dan-kritikan.html

Monday, May 20, 2013

JEMURAN SAYA DIRAMPOK KPK

(Oleh: Arida Sahputra)

Saya mempunyai teman bernama AF, beliau adalah makelar yang mempunyai pakaian yang sangat banyak. Karena beliau seorang makelar, beliau tidak sempat untuk menyuci pakaiannya. Kami kenalnya dulu waktu kuliah diluar negeri. Kami kenal sebegitu saja karena sama-sama asal Indonesia. Biasa, bila merantau pasti mencari kawan seperantauan. Istilahnya kalau di Indonesia pasti ada paguyuban sebagai wadah pertemuan antar sesama mahasiswa daerah.

Suatu hari setelah kami kembali ke tanah air. Beliau berencana memberikan pakaiannya untuk saya cuci. Padahal saya bukan tukang cuci. Hal itu dia rencanakan, dan menelephon sahabatnya di PT. Indoguna. Guna meminta bajunya yang direncanakan akan dicuci oleh saya. Akhirnya beliaupun mendapatkan pakaiannya itu. Beliaupun menuju sebuah hotel dan bertemu dengan seorang wanita bernama Maharani. Beliaupun memberikan sedikit pakaiannya itu kepada Maharani.

Tiba-tiba Komisi Pakaian Kering (KPK) mengadakan Operasi Tangkap Tangan (OTT) datang menangkap mereka berdua di hotel itu. Tidak tanggung-tangung aksi KPK juga menangkap saya dirumah saya, saya bingung, namun karena KPK adalah lembaga yang sah oleh Negara. Dan saya adalah orang yang taat hukum, sayapun memenuhi jemputan itu. Tiba-tiba saja AF dan saya dipenjara, namun maharani dilepas karena tidak ada kaitannya dengan pencucian pakaian AF kata jubir KPK.

Padahal dalam perundang-undangan Negara ini boleh ditangkap langsung bila ketangkap tangan waktu penyerahan pakaian itu. Namun kondisinya saya tidak tau apa-apa kok sudah ditangkap? Inilah pertanyaan saya sampai sekarang berlarut-larut belum mendapat jawabanya. Kata juru bicara KPK dengar saja dipersidangan nanti.

Saya harus menerima hukuman ini, katanya saya ketangkap tangan padahal saya dijemput dirumah dan tidak sedang dengan AF juga Maharani saat itu. Namun setelah publik mengetahui kondisi saya ini, KPK berkilah bahwa sudah ditemukan dua barang bukti keterlibatan saya menerima pakaian AF. Kilahan itu diutarakan oleh jubir KPK agar saya tetap dipenjara. Padahal barang buktinya itu tidak ada sama sekali. Waktu saya dijemput dirumah memang KPK mengambil 1 kotak dari rumah saya, dan katanya KPK memiliki rekaman pembicaraan saya dengan AF, sehingga KPK mengakui ada 2 barang bukti yang dimiliki KPK.

Namun kotak yang dibawa KPK itu ternyata kotak sepatu saya yang baru saya beli minggu yang lalu. Dan rekaman itu ternyata hanya rekaman AF kangen dengan saya dan mengajak saya untuk berjumpa. Rekaman itu tidak ada kaitannya dengan pemberian pakaian AF kepada saya. Dalam kondisi seperti ini, yaitu KPK tidak mempunyai dua bukti. KPK masih juga menahan saya dalam penjara. Saya patuhi memang KPK, dari awal sampai sekarang masih saya patuhi walaupun saya tidak ketangkap tangan, juga KPK tidak mempunyai 2 barang bukti.

Perampok Masuk Rumah Saya

Namun, ternyata ada suatu kelompok mendatangi rumah saya, tanpa Salam kelompok itu masuk dan menyuruh anak buahnya agar menyegel baju saya yang sedang saya jemur waktu sebelum saya dipenjara dulu. Diketahui bahwa, rumah saya itu adalah tempat yang baik, disana biasanya dijalankan rutinitas iftar jama’i, shalat berjamaah, kajian, halaqah dan kegiatan-kegiatan syar’i lainnya. Kebetulan sore itu dirumah saya lagi sedang iftar jama’i sehingga keluarga saya sedang ngumpul dirumah.

Melihat tidakan kelompok tersebut gerombolan itu masuk tanpa salam dan memperkenalkan diri, langsung mau mengangkut pakaian saya yang sedang dijemur didepan saudara-saudara saya. Ya tentunya saudara-saudara saya gerah melihatnya. Sehingga saudara-saudara saya itu berhasil menyelamatkan pakaian saya yang sedang saya jemur itu dari tangan orang yang tidak beretika itu.

Sehingga kelompok itupun pulang dan tidak berhasil merampok pakaian saya yang sedang saya jemur. Namun kelompok itu membuat pernyataan kepada media bahwa keluarga saya menghalangi mereka untuk mengambil barang bukti pencucian pakaian AF ke media. Ternyata yang datang kerumah saya malam itu adalah KPK yang mau mengambil barang bukti. Lho kok KPK seperti perampok? Datang tanpa salam, tidak ada tanda pengenal dan tidak ada surat sita lagi. Kalau seperti ini saya tidak tau mau bilang salah siapa. Biarlah public yang membaca tulisan saya ini yang menilai.

Namun setelah keluarga saya mengetahui bahwa yang datang semalam itu adalah KPK yang sah, bukan KPK gadungan seperti yang sudah ditangkap bulan yang lalu. KPK berinisiatif untuk mengambil jemuran saya itu kembali, mau dijadikan sebagai barang bukti. Akhirnya keluarga saya menerimanya, dan menjamunya dengan santun dan diakhiri dengan shalat berjamaah di rumah saya. Saudara saya mengatakan kepada KPK, seandainya seperti ini dari semalam kan lebih ahsan dan tidak perlu teriak-teriak di media. “Nih ambil jemurannya” kata salah satu saudara saya.

KPK pun mengambil jemuran saya dan bahkan mengambil beberapa pakaian saya dari rumah. KPK mengatakan pakaian saya itu adalah cucian AF sehingga saya dikenakan pasal TPPU. Berita ini tidak saya ketahui dari penjara, saya tidak ada ditanyai mengenai pakaian yang saya jemur, bahkan saya Cuma ditanyai 2 kali selama ini. Itupun tidak ada mengenai jemuran saya.

Kesabaran yang luar biasa yang harus saya lakukan. Pasalanya jangankan menjemur, mencuci,menerima pakaian AF, tau aja nggak baju itu mau disuruh cuci kepada saya. Tapi apalah daya, isu ini sudah menyebar ke publik. Bahkan berita ini pernah dimuat di Koran Times Amerika Serikat.

Al-hasil saya masih dipenjara sampai sekarang ini dengan tuduhan TPPU. Pakaian kering saya juga masih disita. Walaupun banyak pakar hukum yang melihat kajanggalan ini pada masalah saya ini. Namun apalah daya, KPK adalah lembaga yang super body. Yang berakhir dimanfaatkan oleh rival saya untuk menjatuhkan nama saya serta nama keluarga saya.

Wallahu a'lam bishawab

http://www.dakwatuna.com/2013/05/27/33908/jemuran-saya-dirampok-kpk
http://www.britadakwah.com/2013/05/jemuran-yang-di-rampok.html
http://www.merdeka.com/kabaranda/jemuran-saya-dirampok-kpk.html
http://www.suara-tamiang.com/2013/05/jemuran-saya-dirampok-kpk.html
http://www.pksmagetanbekerja.org/2013/05/jemuran-saya-dirampok-kpk.html

Monday, May 13, 2013

TIDAK ADA BUKTI KASUS LHI, KPK MULAI PANIK

(Oleh : Arida Sahputra)

KPK sudah mulai panik karena konspirasi yang dilakoninya semakin lama semakin memburuk. Pasalnya semua konspirasi hampir gagal. Keberhasilan KPK menjalankan misi konspirasinya itu adalah hampir semua media memuat dan mempercayai statement Johan Budi (JB) selaku juru bicara KPK padahal JB itu adalah pembohong. Hanya ini misi yang sukses dijalankan KPK. Namun implikasi dari ini dapat menurunkan citra PKS dengan drastis.

Namun kegagalan KPK dalam menjalankan misi ini lebih banyak, berikut saya paparkan;
  1. KPK menuduk Lutfi Hasan Ishak (LHI) ketangkap tangan, padahal LHI di jemput di kantor DPP PKS pada tengah malam sedangkan Ahmad Fatanah (AF) dan Maharani di tangkap di Hotel. (baca: Sejumlah Kejanggalan Atas Penetapan Tersangka LHI oleh KPK)
  2. KPK menuduk LHI sedang bersama perempuan Maharani dan Ahmad Fatanah. Namun LHI padahal malam itu sedang di kantor DPP PKS. 
  3. Maharani dituduh menerima uang dari AF untuk diberikan ke LHI. Akhirnya Maharani mengaku bahwa beliau itu tidak ada disuruh oleh LHI bahkan beliau tidak tau asal-usul dan untuk apa uang itu. (baca: penjelasan Lengkap Maharany Soal Pertemuannya Dengan Ahmad Fathanah
  4. Kenapa KPK berani menangkap LHI karena KPK sudah ada 2 barang bukti pengakuan Johan Budi. Ternyata barang buktinya setelah diperiksa adalah kotak. Dan pengakuan Abraham Samad bahwa KPK tidak mempunyai rekaman pembicaraan LHI dengan Suswono. (baca: Kotak Sepatu LHI Urung disita KPK dan Abraham Samad Bantah Pernyataan Sendiri
  5. KPK mengklaim bahwa Ahmad Fatanah adalah kader PKS. Padahal fatanah ini bukan kader PKS tetapi beliau itu adalah mafia proyek dan makelar kasus. (baca: Istri Fathanah: Bapak Bukan Kader PKS
  6. KPK dan Media berusaha mengklaim bahwa Fhatanah main perempuan atas pemberitaan semua wanita fathanah oleh media. Namun semua wanita ini dikait-kaitkan dengan kasus impor suap sapi. Padahal itu semua tidak ada kaitannya. (baca: KPK ciptakan opini PKS dekat dengan wanita cantik
  7. KPK memanggil Ayu Azhari karena Ayu Azhari pernah menerima uang untuk kampanye Pilgub. Akhirnya Ayu Azhari mengaku bahwa beliau dimanfaatkan dan beliau mengaku ini tidak ada kaitannya dengan PKS. PKS tidak pernah mengundang beliau, tetapi Ahmad Fatanah lah yang mengajaknya untuk kampanye mengatas namakan PKS. Dan hakikatnya beliau tidak pernah diundah dan tampil pada kampenye Pilgub. (baca: Ayu: Kalau Fathanah Bukan Orang PKS, Sayapun Tertipu dan Kasus Ayu, PKS: Fathanah Manfaatkan & Catut Nama Partai
  8. KPK telah memanggil Suswono Mentan, Sekretaris Umum DPP PKS, Bendahara Umum DPP PKS alhasil KPK tidak menemukan bukti sedikitpun dari semua saksi. (baca: Mentan Penuhi Panggilan Kedua KPK dan "Jurus Mabuk" KPK Semakin Bingung, AD/ART PKS Pun Dikira Ada Aturan Impor Daging Sapi!
  9. Sangking paniknya KPK akan menyita mobil LHI di DPP PKS, namun tidak membawa suarat penyitaan, berita acara dan tanda pengenal sehingga tidak dibenarkan untuk menyita mobil yang ada di kantor itu oleh security kantor itu. Namun pembohongan public dilakukan oleh Juru bicara KPK yaiut JB katanya menggunakan surat. (tonton: PKS dan Skandal Impor Daging Sapi MetroTV dan Dialog Fahri Hamzah di TVOne)

Sunday, March 24, 2013

Cinta Itu Seperti Menunggu Bis Saja

Oleh: Arida Sahputra

Hehehee
Boleh untuk direnungkan, peutuah dari seorang kawan sangat menyentuh yang ingin saya dokumentasikan di blog ini. Berikut ini peutuahnya..

Sebuah bis datang, dan kamu bilang, "Wah...terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja"

Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, "Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini... nggak mau ah.."

Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.

Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang, "Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan". Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..

Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!

Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..

Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar 'ideal' untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.

Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk 'calon', tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak 'Kiri !' dan keluar dengan sopan.

Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasih.

Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kamu percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kamu dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.

Thursday, February 7, 2013

MENCETAK GENERASI RABBANI

(Oleh : Arida Sahputra)

Akhirnya menulis menjadi kebiasaan saya, sehingga selalu ingin menulis apa saja yang ada dalam otak ini. Malam ini saya menyempatkan untuk menulis naskah amanat pembina upacara yang telah disampaikan Senin yang lalu di sekolah tempat saya mengajar. Dengan persiapan amatiran, tidak ada qimah dan durasi waktu yang diberikan akhir memberanikan diri untuk memberikan amanat ^_^

Lebih dan kurang, seingat saya seperti ini amanat nya:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji dan syukur kepada Allah yang telah mengeluarkan kita dari kekufuran kepada nur/cahaya yang menerangi hatiNya. Dari kegelapan hidup yang dapat membahayakan kita hidup didunia bahkan diakhirat.

Syalawat beriringan salam kita sanjung sajikan kepada baginda Muhammad Rasulullah. Yang telah membawa kita dari alam jahiliyah yang menyembah berhala, menyembah batu, menyembah hubal dan uzza, menyembah roti kepada alam Islamiyah seperti yang kita rasakan saat ini.

Kalau tidak ada beliau, mungkin kita saat ini masih seperti jaman jahiliyah. Dimana kehidupan kita tidak tertata seperti yang diatur oleh Al-Qur’an dan Sunnah beliau. Hari ini bisa kita mengubur anak-anak perempuan kita hidup-hidup dari sisi keluarga. Perdagangan dan bisnis yang Riba yang dapat membahayakan perekonomian dan menjauhkan kita dari keadilan dari sisi Ekonomi.

Kita masih saling meyalahkan pemimpin kita, kita tidak tsiqah dan percaya kepada pemimpin kita dalam kontek pemimpin yang taal kepada Allah dari sisi pemerintahan. Mungkin kita akan apatis/tidak peduli sesama kita manusia, kita akan napsi-napsi dari sisi sosial.

Tidak lupa pula kepada sahabat yang telah membantu beliau dalam menyebarkan fikrah Islam. Bila kita membaca, menghayati sirah para sahabat ini sungguh mengagumkan. Dengan keunikan karakternya, ada yang kaya dan menyerahkan semua hartanya untuk dakwah, ada yang sangat disegani karena kekuatannya sama dengan 1000 prajurit

Ada yang rela meninggalkan orang tuanya karena diusir dari rumah orang tuanya disebabkan Islam yang beliau peluk, ada yang selalu menemani Rasulullah dalam peperangan sampai-sampai hampir semua bagian tubuhnya dipotong tetapi beliau tetap setia memegang panji Islam. Semua itu semata-mata hanyalah untuk kita ummatNya, ummatNya generasi penerus risalah dakwah Islam. Generasi Rabbani. Yang akan menjaga keseimbangan kehidupan di Dunia ini.

Kita curahkan juga kepada keluarga dan pengikutnya hingga hari kiamat..

Yang saya hormati Direktur/wakil direktur yayasan Alfityan school Aceh. Yang saya hormati kepala sekolah dari SDIT sampai SMAIT Alfityan school Aceh. Yang saya hormati kawan-kawan seperjuangan dewan guru dan staff karyawan Alfityan School Aceh. Dan yang saya cintai anak-anak kami dari SD sampai SMA yang insyaAllah akan menjadi generasi rabbani yang cerdas. Ditangan kalianlah Negara ini akan diatur dan ditata. Karena kalian adalah penerus risalah dakwah ini InsyaAllah.

Negara ini harus dipegang oleh generasi-generasi yang rabbani, Negara ini harus diatur oleh orang-orang yang rabbani. Negara ini harus dipimpin oleh orang-orang yang rabbani. Karena kalau Negara ini tidak di pegang, diatur dan dipimpin oleh orang-orang yang rabbani. Maka akan di gegang, diatur dan dipimpin oleh orang-orang yang bukan rabbani yaitu orang-orang fasik yang bekerja menurut nafsunya.

Makanya InsyaAllah kalianlah yang akan mengambil tampuk itu semuanya, InsyaAllah. Takbir!! Allahuakbar!!!

Saya melihat masih ada yang alergi meyerukan takbir, masih ada yang alergi meyerukan kebesaran Allah. Saya teringat waktu dikampus dulu. Dimana ada dua kubu yang sedang mermusyawarah, ada satu kubu yang menyampaikan pendapatnya lalu diakhiri dengan takbir. Lalu kubu yang satu lagi marah, beliau mengatakan apa kami ini kafir hingga kalian bertakbir? Lalu saya menjawab, takbir itu membesarkan Allah, bukan mengkafirkan orang lain. Sehingga siapa yang mau membesarkan Allah marilah kita bersama-sama takbir. Sehingga waktu musyawarah itu semuanya bertakbir. Dan akhirnya saya dipilih sebagai Gubernur Mahasiswa secara aklamasi ^_^

Oleh karena itu, kita yang InsyaAllah yang akan menjadi generasi rabbani jangan alergi untuk membesarkan Allah. Takbir!! Allahuakbar!!!

Alhamdulillah, Mencetak generasi Rabbani yang cerdas itulah misi sekolah ini. Untuk mencapai itu, tidak cukup untuk menulis ditembok dan banner yang ditempel didinding-dinding. Tetapi Perlu pemahaman visi dan misi ini yang baik. Pemahaman yang baik akan meng akselerasi pencapaian visi dan misi ini tentunya. Perlu usaha dan kerja sama yang baik. Terutama kepada penggerak atau pengasuh, dalam hal ini adalah guru dan musyrif.

Bagaimana bisa mahnet menarik besi atau logam bila tidak ada muatan energy yang menarik logam itu semua. Bagaimana bisa mistar plastic itu bisa menarik rambut atau kertas atau juga plastic lainnya bila tidak ada energy penarik benda itu semua. Tentunya butuh muatan energy didalam benda yang akan menarik benda lainnya.

Begitu juga dengan pengasuh dalam hal ini adalah guru dan musyrif. Bagaimana kita bisa menarik asuhan kita untuk dekat dan mengikuti kita bila kita tidak mempunyai energy untuk menarik asuhan kita. Tentunya kita pengasuh harus mempunyai energy lebih dari asuhan kita.

Mistar plastic tadi akan memili energy yang lebih untuk menarik benda yang lain bila sudah diolah. Yaitu dengan menggesekannya pada benda lain/kain. Maka ketika kita dekatkan dengan benda yang lain. Maka akan menarik benda itu. Begitu juga dengan kita, untuk mendapatkan energy itu butuh olahan yang benrama tarbiyah. Bagaimana kita bisa mentarbiyah orang bila kita sendiri tidak tertarbiyah. Tidak mungkin.

Siswa/i sekalian, dalam hal ini adalah bahan adonan “kue” yang akan dicetak dengan nama kuenya adalah “kue generasi rabbani yang cerdas”. Tentunya, sebagai adonan haruslah elastis, harus lembut terlebih dahulu. Sehingga ketika dimasukan kedalam cetakan kue rabbani ini dapat berbentuk sesuai dengan cetakan. Bila adonan ini keras, tentunya tidak akan bisa dicetak.

Begitu juga dengan anak-anak kami, yang kami cintai. Bersifat lembutlah dalam proses tarbiyah ini. Sehingga apa yang kita cita-citakan untuk membuat kue generasi rabbani bisa terwujut. Jangan ada yang merasa sudah paling pintar ibarat gelas yang penuh, bila diisi dengan air, maka gelas itu tidak sanggup menampung lagi air yang dibasukan tadi sehingga tumpah. Jangan ada yang keras kepala, jangan ada yang bandel, jangan ada yang futur (malas).

Untuk mencapai misi ini juga, kita dituntut untuk memenuhi wajibat yaumiyah kita. Kita selalu menjaga tilawah kita, shaum, al matsurat pagi dan petang, qiamulail, shalat sunat rawatib, shalat fardhu berjamaah, bersilaturahim, riadhoh, berteman dengan orang-orang shaleh.

Wah ust, tapi kan kita tidak boleh pilih-pilih teman. Kita harus berteman dengan orang baik dan juga harus berteman dengan orang jahat, mana tau kita bisa mengajaknya kearah yang baik. Boleh, tetapi sejauh mana mahnet yang kita miliki? Jangan sampai kita yang akan tertarik dengan energy kawan yang jahat tadi. Siapa yang berani mengatakan bahwa energy dia lebih banyak daripada yang lain? Tidak ada yang bisa mengukurnya. Oleh karena itulah makanya Opik penyanyi religi itu mengatakan obat hati itu salah satunya berteman dengan orang-orang shaleh, bukan dengan orang jahat.

Sampai kapan ini berlaku? Sampai kalian sudah menjadi berlian. Tau berlian? Bukan balian yaa ^_^. Berlian itu adalah benda yang sangat berharga, yang sangat mahal. Bila dilemparkan ke tong sampahpun beliau tetap berlian tidak menjadi sampah, berlian itu tetap masih berharga. Bila benda yang baik sekalipun selain berlian minsalnya kue risol yang masih bagus yang masih bisa di makan, bila dibuang kedalam tong sampah maka risol tersebut juga akan menjadi sampah. Betul??

Apakah kita sudah menjadi berlian? Tidak ada yang bisa menjawab. Maka oleh karena itu janganlah mencoba membuang diri kedalam tong sampah ^_^. Maksud saya adalah jangan mencoba untuk berteman dengan orang jahat.

Wah ust. Banyak sekali wajibatnya ust. Ada yang merespons seperti itu?

Wahai anak-anak ku yang saya cintai karena Allah. Seperti wasiat Imam Syahid Hasan Al-Banna bahwa, kewajiban kita itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Artinya memang bahwa pekerjaan amal kita itu seharusnya lebih banyak dari waktu yang ada, artinya tidak cukup waktu ini untuk merealisasikan amal ibadah. Menuntut ilmu itu ibadah, shaum itu ibadah, tilawah itu ibadah, bekerja itu ibadah. Maka oleh karena itu jangan menyia-nyiakan waktu.

Ada yang keluar dari boarding dikarenakan banyak sekali wajibatnya disini. Capek sekali ust, nggak sanggup kami. Saya mengajak kepada kita semua untuk membaca sirah, coba lihat orang-orang yang besar itu dicatat hanyalah karena banyaknya waktu yang digunakan untuk beramal dan beribadah. Mulai nabi adam, idris, nuh, hud, shaleh hingga nabi Muhammad. Para sahabat abu bakar,umar, usman, ali dan kawan-kawan. Apakah mereka ada yang santai-santai? Dikumpulkan semua buku sirah yang menceritakan risalah mereka bila kita mencatat kegiatan-kegiatan yang mereka lakukan. Tidak cukup waktu untuk mencatatnya.

Coba bayangkan Rasulullah itu setelah liqa atau halaqah beliau juga berdagang, disamping beliau berdagang beliau juga tidak pernah lupa untuk qiyamulail, tidak lupa untuk shaum, tidak lupa untuk zikir pagi dan petang, menyebarkan Islam ke seluruh dunia, beliau juga memimpin perang. Dari sejarah itu semua yang kit abaca hanyalah kegiatan-kegiatan amal ibadah semua.

Bukankah kita menteladani Rasulullah? Bila iya, maka ikutlah. Jangan mudah menyerah, mengeluh, merasa lelah. Karena kata lelah tidak pernah ada dalam kamus kita. Dan ingatlah pesannya Ali ra, “istirahatnya orang-orang mukmin itu adalah disurga”. InsyaAllah.

Oleh karena itu, marilah. Kita maksimalkan waktu kita, jangan ada yang mengeluh, jangan ada lelah, teruslah beramal, beribadah, kita maksimalkan merealisasikan wajibat yaumiyah. Sehingga cita-cita kita untuk mencetak berlian, mencetak kue generasi rabbani dapat terwujud.

Siapkah kita semua menjadi berlian?? 
Siapkah kita menjadi kue Rabbani??
Siapkah kita meluangkan waktu untuk mencapai misi ini??
Apakah siap bersungguh-sungguh menuntut ilmu?
Apakah siap tidak mengeluh??
Apakah siap untuk berteman dengan orang-orang shaleh??

Baik, InsyaAllah kita akan menjadi berlian, kita akan menjadi kue rabbani yang berguna untuk ummat dan Negara.

Allahuakbar!!
Allahuakbar!!!
Allahuakbar!!!!

Demikian dari saya, lebih dan kurang saya mohon maaf, wabillahitaufik wal hidayah.

Wassalamualaikum warah matullahi wa barakatuh..

Thursday, December 20, 2012

The Original Acheness People is GAYO


(Oleh : Arida Sahputra)
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Menanggapi aksi kawan-kawan dari Dataran Tinggi Tanoh Gayo tadi sore mendorong tangan ini untuk mengambil laptob dan mencoret-coret kertas dokumen word ini. Adapun isu yang di angkat pada aksi itu bermula dari berita yang mengutip penggalan statement yang tidak menggambarkan pernyataan sebenarnya. Saya tidak mengatakan aksi itu adalah tunggangan partai politik lawan Saifunsyah tapi perlu saya katakan jangan sampai aksi itu termanfaatkan oleh fihak lain.

Saya adalah anak asli suku Gayo, mamak, bapak, nenek, kakek, datu, buyut sayapun asli Gayo. Ketika saya mendengar isu/berita mengenai pernyataan “gayo bodoh” yang disebarkan oleh seorang yang sakit hati kepada suatu partai yaitu kebetulan di partai itu ada Saifunsyah sebagai salah satu kadernya saya jadi tertarik mencari informasi sebenarnya karena anjuran islam sebelum menginformasikan kepada halayak ramai terlebih dahulu Tatsabbut Wat Tabayyun. Karena informasi yang kita dapatkan itu dari dunia maya, juga kita dituntun dalam islam untuk harus serius menjaga lidah (Afatul Lisan)

Saya fikir pem-provokasi itu berhasil mengalihkan isu yang seharusnya serius diperjuangakan oleh saudara-saudara saya, juga saya untuk menggagalkan Qanun Lembaga Wali Nanggroe (LWN). Dan seharusnya dengan pernyataan Saifunsyah itu kita harus menjadi lebih kuat lagi memperjuangkan untuk menggalkan Qanun LWN itu bukan malah disibukan dengan aksi yang tidak ada artinya itu.

Cara menanggapi statement itu sepertinya saya berbeda dengan kawan-kawan yang tidak saya katakan yang ditunggangi tadi. Karena saya merupakan anggota Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia, juga sebagai intelektual, sehingga saya menanggapi ini sebagai sebuah tantangan yang harus kita balikan. Seperti itulah seharusnya menyikapi kritikan atau saran dari orang lain.

Dalam tulisan ini saya mau meluruskan penggalan statement "Gayo Bodoh":
Pernyataan "Gayo Bodoh" disebarkan melalui jejaring sosial (facebook).  Ada yang memberikan penilaian baik secara objektif maupun subjektif. Karenanya menimbulkan pro dan kontra, serta ada juga yang mencoba menggiring maupun mempolitisir dan atau mempelintir dua kata tersebut.

Ada yang memberikan penilian bahwa komentar-komentar "pemirsa" di facebook tidak semuanya berkesan cerdas dan dapat berlapang dada menghadapi pernyataan "Gayo Bodoh" yang diekspose oleh salah satu akun SM (inisial) via status FB. Menurut narasumber tersebut, awalnya merasa gelisah, karena dia kenal dengan Saifunsyah, adalah orang yang berilmu, beradab dan sejauh ini sangat menjaga sikap serta kata-kata yang diucapkannya.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, Saifunsyah juga tidak mudah terprovokasi, apalagi meledak-meledak menyampaikan pernyataannya, konon pula di depan publik, menurut sumber yang layak dipercaya ini.

KRONOLOGI SINGKAT
Saifunsyah menghadiri forum rapat tersebut sama sekali bukan mewakili PKS (apalagi sebagai Sekjen. DPW PKS Aceh) tapi semata-mata undangan pribadi dari 'TIFA'. Sebagai mantan mahasiswa Magister Akuntansi Unsyiah Banda Aceh. Karena sebelumnya undangan tersebut sudah ditolak karena kesibukan. Namun karena pertemanan akhirnya bisa turut hadir.

Timbulnya kata-kata " Gayo Bodoh" menurut salah satu versi
Disaat diskusi sedang berlangsung, perwakilan adik-adik mahasiswa (Gayo) angkat bicara. Mereka mengatasnamakan 'GAYO MERDEKA', yang salah satu perwakilannya menyampaikan pendapat/keluhan pada forum diskusi. Dimana mereka mengucapkan rasa "terimakasih" kepada Pemerintah Aceh (dibawah Partai PA) bahwa telah mengesahkan: Hymne, Bendera dan Logo Aceh dengan demikian telah membulatkan tekat kami (Gayo) untuk segera 'MERDEKA'......

Nah disaat giliran Saifunsyah angkat bicara (karena sebelumnya banyak narasumber lainnya yang juga ikut bicara). Saifunsyah langsung mengkritisi/merefresh pernyataan adik-adik mahasiswa yang ingin 'Merdeka'. Saifunsyah mencoba meyakinkan dan sedikit membuka sejarah bahwa Gayo tidak bisa dipisahkan dari Aceh karena adanya Aceh dikarenakan Gayo dan juga sebaliknya dan 'The Original Acheness People is GAYO'. Dan ini pernyataan selanjutnya dari Saifunsyah (yang menjadi polemik saat ini)......." Dan dengan sejarah yang demikian 'bersahabat', SANGATLAH BODOH JIKA ORANG GAYO MINTA MERDEKA'......" (mimik muka Saifunsyah menyampaikan pernyataan itu sangatlah halus, jadi tidak bersifat emosional apalagi menjugde).

Dari ulasan singkat di atas sangatlah jelas, runutan pernyataan 'GAYO BODOH' sama sekali tidak berkorelasi/berhubungan dengan kalimat atau pernyataan Saifunsyah. Dan hal itu, murni kesimpulan SEPIHAK yang melihat hanya kalimat terakhirnya tanpa memaknai kata-kata/kalimat di atasnya.

Mudah-mudahan pernyataan di atas bisa menyejukkan kita semua. Dan mohon rekan-rekan untuk bisa selalu menjaga ukhuwah dan tidak emosional dalam bersikap. Harus diingat, ini forum umum dan siapapun bisa mengkritisi/membaca/menyimak serta berkomentar. "Kita semua adalah SATU" dan jagalah persatuan kita ini demi Bangsa Aceh yang lebih aman, makmur dan sejahtera.

Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Saifunsyah yang telah membuka fikiran kami dan seluruh rakyat aceh akan sejarah bermulanya Negeri Aceh ini. Saya melihat ada potensi perlawanan yang kuat dari penduduk pribumi Aceh ini untuk mengembalikan Aceh ketangan orang asli Aceh bukan "Plasteran Swedia Dkk"

Kronologi singkat bersumber: Laporan Team PENAdi pena-aceh.org. Judul asli: Terkait Pernyataan Gayo Bodoh, "Because" The Original Acheness People is GAYO

Friday, November 30, 2012

QANUN LEMBAGA WALI NANGGROE BUKTI ASHOBIYAH OKNUM SUKU ACEH

(Oleh : Arida Sahputra)

Dari judul tulisan ini memang melanggar etika penulisan yaitu tulisan tidak boleh mengandung unsur sukuisme, sara, dan sebagainya yang dapat menimbulkan konflik. Namun pada tulisan ini bukanlah penulis bermaksud mengangkat konflik antar suku, tetapi ingin mencerdaskan para pembuat qanun wali nanggroe agar tidak ashobiyah sehingga menimbulkan konflik antar suku. Karena qanun Lembaga Wali Nanggroe (LWN) lah yang mengangkat isu sukuisme itu sendiri.

Tulisan ini juga bermaksud mengkritisi qanun LWN bukan bermaksud penulis mau mencalonkan diri menjadi Wali Nanggroe karena tidak memenuhi syarat yaitu tidak bisa berbahasa Aceh dengan fasih dan bukan orang suku Aceh juga belum berumur 40 tahun. Dalam qanun tersebut yang bisa menjabat sebagai Wali Nanggroe (WN) hanyalah kakek-kakek, orang Aceh yg bisa berbahasa Aceh dengan fasih dan tidak perlu bisa membaca Al-qur’an. Oleh karena itu saya tidak memenuhi 1 syaratpun utk bisa sebagai calon Wali Nanggroe. Hehehee just kidding ^_^

Tulisan ini juga sebenarnya sudah basi, padahal jauh-jauh hari saya sudah mempunyai opini ini. Namun belum ada waktu untuk menyoretnya di blog ini. Hari ini saya menyempatkan waktu untuk mengkritisi qanun ini dalam rangka mempersatukan ummat dan ukhwah. Karena menurut saya qanun wali nanggroe itu memacahkan ummat dan ukhwah yang akan melahirkan konflik antar suku di Aceh.

Awalnya ketika issue pekaran provinsi ALA dan ABAS saya tidak setuju. Karena tidak ada alasan yang tepat untuk berpisah dari Aceh. Namun pengangkatan issue ALA dan ABAS saya setuju karena untuk memanajemen konflik sehingga pembangunan di daerah tengah dan pantai barat selatan di perhatikan. Namun sejak issue qanun wali nanggroe akhir-akhir ini tekad untuk mendukung pembentukan ALA dan ABAS sudah menjadi O (baca: bulat ^_^). Karena substansi qanun itu memang sangat-sangat diskriminatif untuk warga wilayah tengah dan pantai barat selatan.

Jika qanun wali nanggroe ini disahkan dan dijalankan di Aceh. Saya mempridiksikan tahun 2014 ALA dan ABAS akan menjadi provinsi karena permintaan masyarakat disana 90%, 10% nya lagi pemangku jabatan salah satu partai milik suatu golongan. Sehingga pusat harus menyetujui karena permintaan seluruh masyarakatnya yang sudah mantap dengan alasannya menjadi provinsi ALA dan ABAS.

Oleh karena itu, masih pentingkah qanun wali nanggroe itu? Kenapa pembahasan dan pengesahan qanun wali nanggroe itu lebih di prioritaskan dibandingkan RAPBA yang merupakan sangat dibutuhkan oleh masyarakat banyak dibandingkan qanun wali nanggroe yang merupakan program bagi-bagi “kue” antar sesama dalam satu golongan atau kelompok yang merupakan buah hasil dari pilkada 2012 yang lalu yang merupakan statement mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf pada genta demokrasi di Metro TV 7 November 2012 yang lalu. Juga program iepeutimang Mahmud yang disamapaikan oleh GAPMAN pada salah satu wawancara suatu pers.

Dari deretan kelemahan qanun LWN di atas masih banyak lagi kelemahan qanun itu,salah satunya aka nada tumpang tindih kewenangan dan aka nada saling lempar tanggung jawab nantinya. Hal ini terjadi karena struktur wali nanggroe (WN) serupa dengan struktur Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang telah ada, seperti; Majelis Permusyawaratan Ulama, Majelis Ekonomi Aceh, Majelis Pertambangan dan Energi, Majelis Hutan Aceh, Majelis Perempuan, dll. Statement ini saya kutip dari pernyataan Mawardi Ismail, Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala menyampaikan dalam acara Genta Demokrasi (Metro TV, 7/11/2012) yang lalu. Secara substansi qanun ini juga akan memunculkan shadow state (pemerintah bayangan) dikarenakan struktur WN persis sama dengan pemerintah bahkan lebih tinggi daripada gubernur.

Bila dikaji secara mendalam isi qanun LWN masih sangat abstraktif. Apa yang menjadi indikator seseorang amanah, adil, jujur, berakhlak mulia, berpengetahuan, bertaqwa, arif, bijaksana, berwawasan luas, berani dan benar serta bertanggung jawab, tidak zhalim, penyabar, pemaaf, penyayang, setia, rendah hati, sehat jasmani dan rohani, dari keturunan dan nasab yang baik dan mulia sampai empat keturunan, mencintai rakyat dan dicintai rakyat, telah berusia empat puluh tahun, dan dapat berbahasa Aceh dengan fasih dan baik.

Dengan keterburu-buruan oknum pemuja paduka wali nanggroe, mereka memilih dan melantik wali nanggroe secara sepihak tanpa ada persetujuan masyarakat. Yaitu memilih Malaik Mahmud sebagai Wali Nanggroe tanpa di klarifikasi bahwa beliau seperti dari keturunan dan nasab yang baik dan mulia sampai empat keturunan, mencintai rakyat dan dicintai rakyat dll.

Satu kelemahan lagi yaitu wali nanggroe seharusnya independent tidak boleh telibat dalam partai politik. Kenapa dalam qanun itu tidak dibubuhkan poin ini? Jawabannya saya kutip saja dari pernyataan GAPMAN yaitu program iepeutimang Mahmud. Jangankan hal ini, poin yang paling penting yaitu syarat baca Al-Qur’an saja yang merupakan perintah Allah berani di abaikan, saya mengutip statement ketua FPI Aceh.

Pembubuhan poin pemangku wali nanggroe harus orang Aceh dan bias berbahasa Aceh dengan pasih merupakan salah satu bentuk ashobiyah oknum suku Aceh yang selama ini kita kenal juga jargon menye keun ie lhehob, menye ka ana ata droe keu peu ata ghob. Sering juga pada rompi-rompi oknum itu yang selalu mengghibah orang batak, jawa, gayo di komunitasnya.

Oleh karena itu, untuk mempersatukan masyarakat Aceh, untuk menguatkan provinsi Aceh sehingga tidak ada pemekaran saya fikir batal dan hilangkan qanun LWN itu. Jika tidak, maka kita lihat saja tahun 2014 nanti.

Wallahu a'lam bishawab